KILAS

Suntikan Modal 300 Juta Dollar AS Telkomsel ke Gojek, Dongkrak Kinerja TelkomGroup

Kompas.com - 11/05/2021, 13:04 WIB
Dukung UMKM, Telkomsel dan Gojek integrasikan buka akses aplikasi GoBiz ke aplikasi DigiPOS Aja! TelkomselDukung UMKM, Telkomsel dan Gojek integrasikan buka akses aplikasi GoBiz ke aplikasi DigiPOS Aja!

Hal itu tentunya sesuai dengan strategi digitalisasi sebagai motor penggerak bisnis di tengah pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan TelkomGroup.

Dongkrak pendapatan Telkom

Strategi digitalisasi tersebut terbukti berhasil membuat Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 136,46 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 0,7 persen jika dibandingkan tahun 2019.

Baca juga: Surprise Deal Telkomsel Hari Ini, Rp 100.000 Kuota 50 GB hingga Rp 450.000 Unlimited Tanpa FUP

Selain itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tahun 2020 tercatat Rp 72,08 triliun dengan laba bersih Rp 20,80 triliun. Secara umum, masing-masing tumbuh sebesar 11,2 persen dan 11,5 persen dibandingkan tahun 2019.

Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Henry Tedja dalam risetnya menyatakan kinerja Telkom sepanjang tahun 2020 lebih baik dari prediksi yang dibuat sebelumnya.

"Estimasi kami pertumbuhan laba Telkom hanya akan mencapai 8,1 persen. Namun ternyata bisa kembali tumbuh dua digit," kata Kresna dan Henry.

Keduanya juga menyebut Telkom memiliki arus kas dan neraca keuangan yang sehat sepanjang 2020. Kondisi ini dikatakan memberikan angin segar bagi investor dari sisi pembagian dividen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Telkom dan Netflix Sepakat, Streaming di Indihome dan Telkomsel Bakal Lancar

Senada dengan Analis Mandiri Sekuritas, kajian Nomura International Ltd terhadap emiten berkode saham TLKM juga menyatakan bahwa Telkom berhasil mencatatkan kinerja bagus sepanjang tahun 2020.

Analis Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih yang berkontribusi terhadap kajian Nomura tersebut menjelaskan peningkatan kinerja Telkom ditopang oleh pendapatan bisnis data dan internet serta Telkomsel sebagai bisnis seluler perseroan.

"Beberapa hal yang harus diwaspadai Telkom adalah tren ekonomi makro, migrasi data lebih cepat yang dapat menurunkan pertumbuhan pendapatan, regulasi asimetris yang dapat merugikan, persaingan data tidak rasional, pengeluaran pelanggan lebih rendah, dan kesulitan dalam mengamankan situs baru yang diperlukan untuk perluasan jaringan," ujarnya.

Baca juga: Telkomsel dan Telkom University Kerja Sama Gelar Program Beasiswa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.