Siapkan Obat Terapi Murah Untuk Covid-19, Pemerintah Percepat Uji Klinis Ivermectin

Kompas.com - 28/06/2021, 20:27 WIB
Ivermectin, obat yang disebut bisa untuk terapi penyembuhan Covid-19 ShutterstockIvermectin, obat yang disebut bisa untuk terapi penyembuhan Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mempercepat uji klinis Ivermectin sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, uji klinis tersebut dilakukan langsung olen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Percepatan tersebut dilakukan dalam rangka menyediakan obat terapi Covid-19 yang murah di tengah lonjakan kasus positif virus corona.

Baca juga: Siap Produksi Massal Ivermectin, Erick Thohir: Ini Obat Terapi Covid-19 Murah

“Percepatan uji klinis yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap Ivermectin sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19 akan menjadi game changer terbaru agar Indonesia bisa mengendalikan pandemi ini,” tutur Erick dalam keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).

Mantan bos Inter Milan itu memastikan, PT Indofarma sudah melakukan persiapan untuk memproduksi obat Ivermectin secara massal.

Sehingga ketika uji klinis selesai dilakukan dan izin edar sudah dikeluarkan BPOM, maka obat tersebut siap diproduksi besar-besaran dalam waktu singkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara infrastruktur kami siap untuk memproduksi Ivermectin secara massal. Obat ini akan menjadi obat terapi yang murah bagi rakyat, terlebih Indofarma sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta tablet per bulan,” ujar Erick

“Jika uji klinis BPOM selesai dan sudah keluar izin edarnya sebagai tanda bahwa obat Ivermectin ternyata baik untuk kita semua, maka produksi ini akan kita genjot demi mengurangi dengan cepat kasus positif Covid-19," tambah dia.

Baca juga: IDI Dukung Uji Coba Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19

Rencananya, harga obat terapi Ivermectin akan dibanderol dengan harga antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 setiap tabletnya.

Harga murah itu dipatok dalam rangka memastikan ketersediaan dan keterjangkauan masyarakat terhadap obat terapi Covid-19 itu.

"Dengan harga obat yang murah dan terjangkau, saya yakin rakyat akan bisa mendapatkannya dengan mudah dan tidak akan menjadi beban,” kata Erick.

Ia menjelaskan, untuk pencegahan terhadap Covid-19, nantinya Ivermectin tidak perlu selalu dikonsumsi dan hanya 2-3 tablet.

“Begitu pula untuk penyembuhan. Semoga ikhtiar kita untuk membuat rakyat kita sehat dan Indonesia terbebas dari pandemi ini segera terwujud," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.