Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali, Begini Kata Sandiaga Uno

Kompas.com - 26/10/2021, 06:52 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah sudah membuka pintu penerbangan internasional Bali mulai 14 Oktober 2021. Namun ternyata hingga kini, belum ada pesawat penerbangan internasional yang tiba di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, upaya promosi pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara terus dilakukan seiring dengan keputusan pemerintah membuka kembali pintu masuk bagi wisatawan asing.

“Promosi dilakukan dengan menggandeng biro perjalanan di 19 negara, dan kami juga sudah memicu aktivasi dari perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mendorong industri pariwisata khususnya di Bali untuk mengamplifikasi di channel destinasi masing-masing," kata Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Mau Fasilitasi Liburan Gratis untuk Nakes

Sandiaga menjelaskan, belum adanya penerbangan international ke Bali tersebut dinilai karena pihak maskapai tengah melakukan analisa terhadap tingkat permintaan, atau bisa dikatakan belum mencapai jumlah menumpang yang seharusnya.

"Tingkat permintaan tersebut, harus melalui hasil sosialisasi dan promosi oleh maskapai kepada calon penumpang. Dan untuk meningkatkan permintaan tersebut masih memerlukan waktu dalam merealisasikannya, sehingga tidak serta merta dapat dilakukan secara cepat," kata Sandiaga.

Sandiaga bilang, untuk mendorong peningkatan wisman, pihaknya melakukan promosi dengan proses monitoring dan evaluasi secara ketat. Memasuki pekan kedua sejak dibukanya kembali penerbangan internasional dari 19 negara tersebut, ada beberapa evaluasi yang menjadi perhatian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Evaluasi tersebut mencakup, penyempurnaan regulasi terkait entry point bandara di Bali dan Kepulauan Riau, sinkronisasi data hotel karantina yang dimiliki oleh Kemenkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan Bali, dan Bali Tourism Board.

Baca juga: Lengkap, Syarat Naik Pesawat Terbaru ke Jawa dan Bali

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.