Menengok Tambang Emas Archi di Manado, Salah Satu yang Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 26/11/2021, 15:34 WIB
Penampakan Blok Araren yang merupakan blok terbesar di tambang emas Toka Tindung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang dikelola PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULYPenampakan Blok Araren yang merupakan blok terbesar di tambang emas Toka Tindung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang dikelola PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Luas Blok Araren mencapai sekitar 1 kilometer dengan kadar emas mencapai lebih dari 3 gram emas per ton material dari rata-rata kadar di tambang ini sekitar 2 gram emas per ton material.

Hingga akhir 2020, jumlah cadangan emas di koridor timur mencapai 3,9 juta ounces dan sudah tersertifikasi JORC, artinya sudah economic feasible. Saat ini Archi sedang mengembangkan koridor barat yang memiliki potensi tambahan cadangan emas sekitar 5,3-13 juta ounces dalam 5 tahun ke depan.

Seiring dengan adanya tambahan cadangan emas di koridor barat, Archi pun akan menambah kapasitas pabrik pengolahannya menjadi 8 juta ton per tahun atau million ton per annum (mtpa) di 2025. Pada akhir 2020, kapasitas pabrik pengolahan baru mencapai 3,6 juta ton dan meningkat menjadi 4 juta ton di akhir tahun.

Baca juga: Ini Usul Para Pakar soal Izin Tambang Emas Sangihe

Adapun hasil tambang dari keempat blok emas yang dimiliki Archi kemudian diolah di pabrik pengolahan yang berada di dalam kawasan tambang. Pabrik ini baru menghasilkan produk gold bullion (gold dore) yang berupa campuran emas dan perak.

Selanjutnya, gold dore produksi Archi dikirim ke PT Antam Tambang Tbk dan PT Bhumi Satu Inti, kedua perusahaan ini punya sertifikat untuk pemurnian emas. Archi sendiri hingga saat jni belum punya pabrik pemurnian sendiri, meski sedang bersiap untuk pembangunannya mulai tahun depan.

Pada lokasi tambang itu, juga ada Tailings Storage Facility (TSF) yang menjadi lokasi penampungan limbah hasil pengolahan emas. TSF tampak seperti danau namun berisikan lumpur basah dan hanya dibiarkan terbuka tanpa penutup.

Archi memastikan bahwa TSF ini sudah berada dalam kondisi yang aman sesuai aturan yang ada, sehingga memang tak perlu penutup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.