Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

H-3 MotoGP 2022, Kemenhub Pastikan Kesiapan Moda Transportasi Pendukung

Kompas.com - 15/03/2022, 21:55 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan kesiapan pelaksanaan acara MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar 18-20 Maret 2022.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta manajemen moda transportasi yang dikoordinasikan oleh Polri dan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Nantinya juga akan dibantu oleh stakeholder terkait yang saling bersinergi dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan acara MotoGP Tahun 2022 yang selamat, aman, tertib, dan nyaman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Kemenhub Siapkan Tempat Tidur Gratis untuk Penonton MotoGP Mandalika

Untuk itu, pihaknya menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Serta Manajemen Moda Transportasi Mendukung Pelaksanaan Event MotoGP 2022 di Mandalika hari ini.

Dalam rapat tersebut, diputuskan beberapa hal untuk mendukung kelancaran acara MotoGP 2022, yaitu:

1. Memastikan waktu operasional dan rute untuk angkutan sewa khusus, angkutan sewa umum dan taksi yang bisa masuk ke dalam Kawasan Mandalika.

2. Memastikan ketersediaan bus antarmoda pada Simpul Transportasi (saat berangkat) dan Parkir Barat serta Gate 2 (saat pulang) sesuai kebutuhan penonton pada saat jam sibuk sehingga tidak terjadi kerumunan.

3. Memastikan bus antar moda sudah terparkir di Area Parkir Barat dan area Parkir Timur untuk mengantisipasi kepulangan penonton setelah selesai menyaksikan pertandingan balap.

4. Memastikan kapasitas area parkir di sekitar Gate 2 karena akan terjadi konflik pertemuan Bus Shuttle dan bus Antar Moda.

5. Mekanisme pemisahan penumpang di HUB Eks Bandara Selaparang dan HUB Embarkasi Haji di BIZAM menuju Parkir Barat dan Parkir Timur.

6. Penempatan petugas untuk pengendalian lalu lintas pada persimpangan yang dilalui oleh rute bus antarmoda terutama di jam sibuk dan lokasi potensi rawan macet.

7. Pada HUB Eks Bandara Selaparang dan HUB Eks Embarkasi Haji BIZAM perlu petugas yang memadai untuk mengatur penonton saat naik dan turun serta masuk dan keluar bus Antar Moda agar kedatangan dan keberangkatan sesuai waktu headway yang sudah ditentukan.

Baca juga: Cara dan Syarat Menginap Gratis di Hotel Terapung bagi Penonton MotoGP Mandalika

"Untuk di pos penyekatan, petugas perlu membuat skema pemisahan atau pemilahan pergerakan arus lalu lintas untuk kendaraan yang diizinkan melintas dan kendaraan yang dilakukan pembatasan agar tidak menyebabkan kemacetan atau perlambatan kendaraan," jelasnya.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyediakan dukungan sarana dan prasarana berupa 85 unit shuttle bus dari total 184 unit shuttle bus yang melayani 7 rute di dalam Kawasan Mandalika dari Parkir Barat dan Parkir Timur menuju Gate 1, Gate 2, dan Gate 3 Sirkuit Mandalika.

Sementara itu, untuk subsidi operasional angkutan antar moda dari dan ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika dari simpul-simpul transportasi, di antaranya Pelabuhan Gilimas, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Kayangan, Pusat Kota Mataram (Ex Bandara Selaparang) dan BIZAM sebanyak 278 unit bus bantuan Kemenhub meliputi 27 unit bus besar, 70 unit bus sedang, 181 unit bus kecil, serta mengoptimalkan ASK dan Angkutan umum yang ada di Lombok

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Whats New
Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Whats New
Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Whats New
Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Whats New
Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Whats New
IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

Whats New
Tingginya Inflasi Medis Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Tingginya Inflasi Medis Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Whats New
Tutup Pabrik, Bata Akui Kesulitan Hadapi Perubahan Perilaku Belanja Konsumen

Tutup Pabrik, Bata Akui Kesulitan Hadapi Perubahan Perilaku Belanja Konsumen

Whats New
Kecelakaan KA Pandalungan dan Mobil Sebabkan Perjalanan KA Terlambat, Penumpang Dapat Kompensasi

Kecelakaan KA Pandalungan dan Mobil Sebabkan Perjalanan KA Terlambat, Penumpang Dapat Kompensasi

Whats New
Hari Apresiasi Seller Tokopedia, GNET Raih Posisi Pertama di Kategori Pertukangan

Hari Apresiasi Seller Tokopedia, GNET Raih Posisi Pertama di Kategori Pertukangan

Rilis
Waskita Karya Bakal Jadi Anak Usaha Hutama Karya pada September 2024

Waskita Karya Bakal Jadi Anak Usaha Hutama Karya pada September 2024

Whats New
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2024 Tertinggi sejak 2015

Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2024 Tertinggi sejak 2015

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Whats New
Mobil Tertabrak KA Pandalungan, KAI Sampaikan Belasungkawa

Mobil Tertabrak KA Pandalungan, KAI Sampaikan Belasungkawa

Whats New
Pabrik Tutup, Bata Janji Beri Hak-hak Karyawan Sesuai Aturan

Pabrik Tutup, Bata Janji Beri Hak-hak Karyawan Sesuai Aturan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com