Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG dan Rupiah Tancap Gas di Awal Perdagangan 22 Mei 2024

Kompas.com - 22/05/2024, 09:32 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (22/5/2024). Demikian juga dengan mata uang Garuda yang menguat dalam pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, IHSG berada di zona hijau pada level 7.232,99 atau naik 46,95 poin (0,65 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.186,03.

Sebanyak 221 saham melaju di zona hijau dan 148 saham di zona merah. Sedangkan 184 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,2 triliun dengan volume 2 miliar saham.

Baca juga: IHSG 22 Mei 2024 Diproyeksi Menguat, Simak Rekomendasi Sahamnya

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, hari ini IHSG berpotensi menguat setelah penembusan di bawah level 7.161. Level support IHSG berada di 7.161, 7.071 dan 7.000, sementara level resistennya di 7.243, 7.391, 7.454 dan 7.503.

“IHSG telah mengisi gap dan diperkirakan akan mulai rebound selama masih berada di atas 7.161 sebagai support minor. Namun penembusan di bawah 7.161 akan membuka jalan bagi IHSG untuk melemah ke 7.075-7.105,” kata Ivan.

Sementara itu, bursa Asia mayoritas di zona hijau dengan kenaikan Hang Seng Hong Kong 0,56 persen (107,2 poin) ke level 19.327,91, dan Shanghai Komposit bertambah 0,24 persen atau 7,6 poin ke level 3.165,6. Sementara itu Nikkei turun 0,54 persen (209,6 poin) ke level 38.737,19.

Baca juga: Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir data Bloomberg, pukul 9.12 WIB rupiah berada pada level Rp 15.972 per dollar AS atau naik 26 poin (0,17 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 15.998 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, Bank Indonesia kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya meskipun tekanan terhadap rupiah sudah berkurang karena ketidakpastian di pasar keuangan masih tinggi.

"Sikap BI ini bisa membantu menjaga kekuatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sementara ini," kata Ariston kepada Kompas.com.

Namun demikian, rupiah masih dalam tren melemah dengan potensi pelemahan ke arah Rp 16.050, dan potensi support di sekitar Rp 15.930 per dollar AS.

Baca juga: Bakal Buyback Saham, Bos ADRO: Sebanyak-banyaknya Rp 4 Triliun

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com