Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rupiah Melemah ke Rp 14.295 Per Dollar AS Gara-gara Perang Dagang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah kembali melemah terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu (8/5/2019). Mengutip Bloomberg, kurs spot rupiah terkoreksi 0,11 persen ke level Rp 14.295 per dollar AS.

Di sisi lain, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia justru menguat tipis 0,02 persen ke level Rp 14.305 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menilai, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh efek ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menerapkan kebijakan kenaikan tarif 25 persen terhadap produk impor China.

Sayangnya, sentimen dari dalam negeri juga kurang mendukung bagi pergerakan rupiah hari ini. Pasalnya, data cadangan devisa Indonesia di bulan April yang dirilis hari ini menyusut menjadi 124,3 miliar dollar AS.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama juga tidak mampu menopang pergerakan rupiah lantaran hanya tumbuh 5,07 persen secara tahunan (yoy).

Padahal, para pelaku pasar berekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama bisa mencapai 5,2 persen (yoy).

“Data-data dari dalam negeri sejauh ini tidak mampu mengimbangi sentimen eksternal,” kata Yudi.

Menurutnya, selama belum ada perkembangan positif dari perang dagang AS dan China, rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan di perdagangan selanjutnya. Prediksi Yudi, rupiah akan melemah di kisaran Rp 14.280—Rp 14.450 per dollar AS. (Dimas Andi)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Rupiah melemah ke Rp 14.295 per dollar gara-gara sentimen perang dagang

https://money.kompas.com/read/2019/05/08/175903526/rupiah-melemah-ke-rp-14295-per-dollar-as-gara-gara-perang-dagang

Terkini Lainnya

SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Whats New
Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Whats New
Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

Whats New
Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Whats New
CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke