Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

PT Timah Punya Utang Jatuh Tempo Rp 8,79 Triliun yang Jatuh Tempo Tahun Ini

Bukan hanya itu saja, manajemen TINS harus berjibaku untuk bisa melunasi utang jangka pendeknya. Sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (16/4/2020), TINS memiliki utang yang akan jatuh tempo tahun ini. Totalnya mencapai Rp 8,79 triliun.

Dalam laporan keuangan TINS yang diunggah di laman Bursa Efek Indonesia, utang TINS tercatat di bank-bank swasta dan juga bank milik negara.

Dalam daftar utang dari kreditur jangka pendek perinciannya sebagai berikut;

Utang dalam mata uang rupiah:

1. MUFG dengan pinjaman sebesar Rp 1,08 triliun
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,5 triliun
3. PT CIMB Niaga Tbk(CIMB) Rp 1 triliun
4. PT Bank Permata Tbk (BNLI) Rp 500 miliar

Utang dengan mata uang dollar AS:

1. MUFG setara rupiah Rp 875,76 miliar
2. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) setara rupiah Rp 556,04 miliar
3. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) sebanyak Rp 396, 18 miliar
4. Bank DBS Indonesia setara dengan Rp 139 miliar

Total utang ke pihak ketiga itu sebesar Rp 6,05 triliun.

Utang lain dari pihak berelasi, dalam mata uang rupiah Rp 2,07 trliun dan dalam dollar AS yang setara rupiah sebesar Rp 668 miliar. Alhasil, utang jangka pendek TINS sebesar Rp 8,79 triliun.

Adapun perincian jatuh tempo utang-utang tersebut di tahun ini sebagai berikut:

Utang ke Bank Mandiri (BMRI) cabang Eropa dan Hong Kong dengan jatuh tempo bervariasi mulai Februari, Mei, dan Juni 2020.

Tercatat utang TINS di BMRI adalah utang modal kerja Rp 1,53 triliun dan US$ 85 juta akan jatuh tempo 28 Juni 2020. Utang ini memiliki bunga antara 3,5 persen sampai 8,6 persen per tahun.

Utang itu belum termasuk utang di Bank Mandiri cabang Hong Kong dan Eropa serta utang ke PT Bank Mandiri Syariah sebesar Rp 500 miliar.

Khusus utang Bank Mandiri Eropa untuk sebesar 12 juta dollar AS telah mendapatkan relaksasi berupa perpanjangan tenor. Jatuh tempo pinjaman ini dimundurkan 1 tahun ke 2 Februari 2021 dengan tingkat bunga 2,75 persen.

Adapun fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) senilai Rp 1,5 triliun akan jatuh tempo pada 28 Juli 2020 dengan tingkat suku bunga 7,7 persen.

Sementara utang di BTPN Rp 1 triliun yang jatuh tempo 30 November 2020 dengan tingkat suku bunga 7,98-8,08 persen serta bunga 3,15 persen-3,25 persen atas utang dollar AS.

Utang PT Timah ke CIMB sebesar Rp 1,4 triliun dengan bunga 8,25% jatuh tempo pada 12 April lalu.

Adapun Utang ke Bank Permata atau BNLI akan jatuh tempo pada 27 Juni 2020 nanti. Besaran utang ke BNLI sebesar Rp 500 miliar dengan bunga 8,2 persen.

Tak hanya itu saja, utang obligasi dan sukuk yang masuk dalam kewajiban jangka pendek Timah mencapai Rp 600 miliar.

Jumlah ini terdiri dari obligasi penerbitan tahun 2017 I Seri A sebesar Rp480 miliar dengan tingkat bunga 8,5% dan sukuk ijarah penerbitan tahun 2017 I Seri A senilai Rp120 miliar. Keduanya akan jatuh tempo 28 September 2020.

Kinerja Keuangan

Sepanjang tahun 2019, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp 19,3 triliun naik 75,13 persen dari pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 11,02 triliun.

Kenaikan pendapatan ditopang kenaikan penjualan logam timah dari Rp 9,74 triliun menjadi Rp 17,72 triliun pada tahun 2019.

Pendapatan dari tin solder sebanyak Rp 381,71 miliar, tin chemical Rp 335,02 miliar, pendapatan dari aluminium Rp 316,23 miliar, dan pendapatan bisnis rumah sakit Rp 222,37 miliar, bisnis real estat Rp 210,84 miliar, penjualan nikel Rp 74,00 miliar, jasa galangan kapal Rp 36,44 miliar, dan lain-lain sebesar Rp 178 juta.

Hanya, kenaikan pendapatan perusahaan tersebut juga diiringi beban pendapatan usaha Timah yang melonjak 82,79 persen menjadi Rp 18,17 triliun dari beban pendapatan usaha 2018 Rp 9,94 triliun.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp 1,05 triliun pada 2019 dari tahun sebelumnya hanya Rp 829,35 miliar.

Ini pula yang membuat perseroan menanggung rugi bersih Rp 611,28 miliar, berbanding terbalik saat 2018 ketika perseroan mengantongi laba bersih Rp 132,29 miliar.

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: PT Timah Revisi Laporan Keuangan, Ada Apa?

https://money.kompas.com/read/2020/04/16/123800626/pt-timah-punya-utang-jatuh-tempo-rp-8-79-triliun-yang-jatuh-tempo-tahun-ini-

Terkini Lainnya

Revisi Target Penyaluran Kredit, BTN Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi

Revisi Target Penyaluran Kredit, BTN Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi

Whats New
Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini ? Simak Anlisis dan Rekomendasi Sahamnya

Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini ? Simak Anlisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Kekhawatiran Inflasi Mencuat, Wall Street Berakhir di Zona Merah

Kekhawatiran Inflasi Mencuat, Wall Street Berakhir di Zona Merah

Whats New
Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km/Jam, Perjalanan Terlambat

Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km/Jam, Perjalanan Terlambat

Whats New
BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

Whats New
[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

Whats New
KCIC Minta Maaf Jadwal Whoosh Terlambat Gara-gara Hujan Lebat

KCIC Minta Maaf Jadwal Whoosh Terlambat Gara-gara Hujan Lebat

Whats New
Cara Pinjam Uang di Rp 5 Juta di Pegadaian, Bunga, dan Syaratnya

Cara Pinjam Uang di Rp 5 Juta di Pegadaian, Bunga, dan Syaratnya

Earn Smart
Kemenkeu Akui Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Imbal Hasil Berdampak ke Beban Utang Pemerintah

Kemenkeu Akui Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Imbal Hasil Berdampak ke Beban Utang Pemerintah

Whats New
Prudential Laporkan Premi Baru Tumbuh 15 Persen pada 2023

Prudential Laporkan Premi Baru Tumbuh 15 Persen pada 2023

Whats New
Bulog Siap Pasok Kebutuhan Pangan di IKN

Bulog Siap Pasok Kebutuhan Pangan di IKN

Whats New
Pintu Perkuat Ekosistem Ethereum di Infonesia

Pintu Perkuat Ekosistem Ethereum di Infonesia

Whats New
BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke