Salin Artikel

Perhatikan Hal Ini Sebelum Putuskan Investasi di Tengah Ekonomi Melemah

Namun, di tengah pelemahan ekonomi saat ini, bahkan Indonesia tengah berada di ambang jurang resesi, investasi seperti apa yang tepat?

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengungkapkan, saat ekonomi melemah namun kamu masih memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi, maka berinvestasilah. Hanya saja, pilih instrumen yang tepat.

Ia mengatakan, ada hal yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi. Pertama, setiap produk investasi memiliki siklus yang sama, yakni ketika harga produk investasi sedang naik, maka siklus berikutnya harga akan turun.

Begitu pula sebaliknya, ketika harga produk investasi tersebut tengah turun, maka siklus selanjutnya harga akan naik.

"Lihat saja hal itu. Kalau misalkan sebelum resesi ini lagi naik (harga produk investasinya), artinya kalau mau masuk sekarang, mungkin akan naik, tapi enggak akan terlalu tinggi lagi. Habis itu dia akan turun," jelasnya kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2020).

Sama halnya dengan memilih instrumen investasi yang harganya tengah turun saat ini, potensi untuk turun memang masih ada, tapi kecil. Sebab, siklus selanjutnya dipastikan harga produk investasi tersebut akan naik.

Hal kedua yang juga perlu diperhatikan adalah prinsip bahwa investasi merupakan jangka panjang. Artinya, merencanakan investasi dengan perhitungan keuntungan yang akan didapatkan hingga melewati masa pelemahan ekonomi atau resesi.

"Investasi itu bicara jangka panjang, jadi sebenarnya bicara apa yang terjadi sesudah resesi. Tapi kalau dia bilang, dia investasi saat resesi saja, berarti bukan berinvestasi tapi dia berspekulasi selama resesi," jelas Eko.

Salah satu instrumen investasi yang tengah naik daun saat ini adalah emas. Harganya berkali-kali mencetak rekor tertinggi yakni diatas Rp 1 juta per gram.

Pada perdagangan Sabtu (15/8/2020) emas batangan Antam dibanderol Rp 1.035.000 per gram. Nilai ini turun Rp 5.000 per gram dibandingkan dengan posisi Jumat (14/8/2020).

Eko memperkirakan, harga emas yang sering kali menembus rekor tertinggi akan kembali turun di tahun depan. Hal tersebut seiring dengan ditemukannya vaksin Covid-19 yang tengah gencar dibuat oleh sebagian besar negara di dunia.

Sehingga ia menilai, kurang tepat jika berinvestasi di emas ketika harganya sedang berada di puncak tertinggi. Sebab artinya emas memiliki potensi besar untuk harganya kembali jatuh.

"Mereka yang baru mau mulai atau baru masuk (ke investasi emas), mendingan masuk tabungan emas, bukan beli emas. Tapi tabungan rutin lakukan terus. sehingga ketika harga naik atau turun dia masih punya harga rata-ratanya," pungkas Eko.

https://money.kompas.com/read/2020/08/16/113200626/perhatikan-hal-ini-sebelum-putuskan-investasi-di-tengah-ekonomi-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Whats New
Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Whats New
LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.