Salin Artikel

Pertamina Pastikan Pasokan BBM hingga LPG Aman 20 Hari ke Depan

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan, saat ini rata-rata ketahanan stok BBM di Fuel Terminal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten masih mencapai lebih 20 hari.

“Stok BBM di terminal bahan bakar minyak kami pastikan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan tambahan pasokan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Eko menjelaskan, sebagian besar pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat disalurkan dari kilang atau Refinery Unit (RU) VI Balongan dan Refinery Unit (RU) IV Cilacap, melalui dua Integrated Terminal (Terminal BBM & LPG), 5 Fuel Terminal, dan 2 LPG Terminal.

Sebaran terminal BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta berada di Integrated Terminal Jakarta Grup. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong.

Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

Terkait avtur, kata Eko, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Soekarno Hatta saat ini di suplai dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap.

Sedangkan untuk suplai avtur untuk DPPU lainnya di wilayah Jawa Bagian Barat seperti DPPU Halim Perdana Kusuma, DPPU Pondok Cabe, DPPU Kertajati Majalengka dan DPPU Husein Satranegara di suplai dari Soekarno Hatta.

“Kami juga sangat prihatin dengan kejadian di salah satu unit operasi Pertamina yaitu Refinery Unit VI Balongan, namun pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten kami pastikan aman dan terdistribusi lancar hingga hari ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Barat masih di bawah kondisi normal sebagai dampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan work from home (WFH).


Pada Maret 2021 konsumsi produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) turun sebesar 12 persen dan Gasoil (Dexlite dan Pertamina Dex) terkoreksi 10 persen.

Sebaliknya dengan konsumsi LPG, produk Elpiji 3 Kg naik sebesar 1 persen, serta Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg naik 29 persen dikarenakan mayoritas penduduk masih menjalankan aktivitas WFH.

Eko pun menghimbau untuk masyarakat yang tergolong mampu dapat menggunakan LPG non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 Kg.

"Sehingga penggunaan LPG 3 Kg bisa benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.

https://money.kompas.com/read/2021/04/05/103500526/pertamina-pastikan-pasokan-bbm-hingga-lpg-aman-20-hari-ke-depan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.