Salin Artikel

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Jangan Nyalakan Lampu Hazard Sembarangan di Jerman | Perjalanan 75 Tahun "Si Gajah Kecil" | Menyongsong Industri 5.0

KOMPASIANA---Di Jerman menyalakan lampu hazard tidak pada tempatnya dapat dikategorikan melanggar aturan. Bagi pengemudi yang melanggar, akan dikenakan denda minimal sebesar Rp 85.000.

Lampu hazard umumnya dipergunakan hanya untuk penanda bahwa kendaraan tersebut sedang dalam kondisi darurat.

Aturan tersebut sebenarnya merujuk pada pasal 15 dan 16 StVO Strassenverkehrs-Ordnung atau Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Tahun 2013 yang terakhir direvisi pada tahun 2020.

Situasi lain adalah ketika mobil mogok dan kemudian kendaraan harus diderek. Dalam situasi seperti itu mobil yang menderek dan mobil yang diderek harus menyalakan lampu kedip.

Pembahasan mengenai penggunaan lampu hazard di Jerman menjadi salah satu konten populer di Kompasiana.

Selain itu ada juga mengenai kendaraan utilitas serba guna, pasti familiar dengan nama UNIMOG dan pembahsan seputar kesiapan penggunaan teknologi 5.0.

Berikut 3 konten menarik dan populer kategori Teknologi di Kompasiana:

1. Di Jerman Menyalakan Lampu Darurat Semena-mena Bisa Kena Tilang!

Lampu hazard pada dasarnya adalah sebagai penanda kondisi darurat saat menggunakan kendaraan bermobil.

Di Jerman menggunakan tanda ini dengan sembarangan sama saja melanggar peraturan, meski pada umumnya pengendara di Jerman terbilang jarang menggunakan lampu hazard.

Denda tilang yang akan diberikan bagi pengendara yang melanggar aturan ini adalah sebesar Rp 85.000.

Namun, denda bisa bisa menjadi berlipat apabila pengemudi mendahului bus yang menyalakan lampu kedip saat berhenti di halte bus sehingga dapat membahayakan penumpang. (Baca selengkapnya)

2. Perjalanan 75 Tahun Unimog "Si Gajah Kecil"

Bagi penggemar off-road atau kendaraan utilitas serba guna, pasti familiar dengan nama UNIMOG.

Kini memasuki tahun ke-75 sejak kiprahnya sebagai mobil pekerja perkebunan, Unimog telah banyak diandalkan untuk pekerjaan ekstrem seperti pemadaman api di hutan, pembersih salju di landasan pesawat terbang, infrastruktur, dan keperluan militer.

Nama Unimog awalnya merupakan singkatan dari "UNIversal-MOtor-Gert." Gert adalah kata dari Bahasa Jerman yang artinya adalah peralatan atau perangkat atau mesin atau instrumen.

Seorang Engineer asal Jerman bernama Hans Zabel, yang pertama kali mencatat nama "Universal-Motor-Gert" pada salah satu gambar teknik untuk Unimog hingga disingkat menjadi akronim "Unimog".

Pada tanggal 20 November 1946, nama Unimog secara resmi diluncurkan. (Baca selengkapnya)

3. Menyongsong Industri 5.0, Siap atau Tidak?

Perkembangan teknologi dan turut mengembangkan industri. Kini kita memasuki industri 5.0.

Kesadaran akan adanya ancaman terhadap kerusakan ekosistem yang berakibat pada kehancuran, menggugah munculnya model industri masa depan yaitu Industri 5.0.
Mengenal Industri 5.0

Konsep industri 5.0 bukan lagi eksploitasi sumber daya baik alam dan manusia dalam proses produksi barang dan jasa, melainkan menempatkan kesejahteraan para pekerja sebagai pusat dari aktivitas produksi sambil mengoptimalkan fungsi teknologi canggih guna mendukung aktivitas. (Baca selengkapnya) (IBS)

https://money.kompas.com/read/2021/04/07/113810326/tren-teknologi-kompasiana-jangan-nyalakan-lampu-hazard-sembarangan-di-jerman

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.