Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Wooden Projects, Hiasan Dinding Kayu Asal Malang yang Mendunia lewat Shopee

KOMPAS.com – Dunia bisnis di era modern memang tak kenal batasan usia. Saat masih berumur 19 tahun, Bara Yogya Angkasa, seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur (Jatim), telah memulai bisnis hiasan dinding kayu, yang diberi nama Wooden Projects.

Ketertarikan Bara terhadap hiasan dinding mulai muncul ketika ia membeli sebuah produk kerajinan di acara Car Free Day (CFD) di Malang, yang sebelum pandemi Covid-19 rutin diadakan setiap Minggu pagi.

Karena tertarik dengan hiasan dinding yang dibelinya itu, pada 2017, Bara pun mencoba mencari tahu dan membuat produk sendiri, untuk dijual kepada saudara dan teman terdekat.

Mendapat sambutan yang baik dari saudara dan teman-teman, akhirnya Bara memberanikan diri untuk menjual hiasan dinding kayu buatannya di acara CFD Malang, tempat di mana dirinya menemukan inspirasi bisnis.

Tak disangka, produk Bara juga mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir dalam acara CFD Malang.

Hal tersebut membuat Bara dihubungi oleh pihak Shopee untuk diajak bekerja sama, dengan menjual produknya secara online melalui Shopee.

Perjalanan Wooden Projects bersama Shopee

Bara mulai membuka toko Wooden Projects di Shopee pada 2017. Sejak saat itu, bisnis Bara meningkat pesat, hingga dirinya mampu membuka toko offline di Malang pada akhir 2018.

Ia mengaku, pihak Shopee sangat kooperatif dan senantiasa membantunya sejak proses awal membuka toko di Shopee.

Bara mengatakan, dirinya terus mendapat bantuan untuk menjalankan bisnis, mulai dari proses pendaftaran akun, mengunggah produk, mengelola produk, dan bantuan teknis lainnya.

Ia memaparkan, dalam masa pandemi, Wooden Projects memang fokus menjual produk hiasan dinding secara online melalui Shopee.

Usaha tersebut pun membuahkan hasil yang manis di tengah ketidakpastian akibat pandemi. Pasalnya, di awal pandemi, penjualan Wooden Projects meningkat hingga sebesar dua kali lipat.

Bahkan, kata Bara, 80 persen penjualan hiasan dinding Wooden Projects datang dari pelanggan di Shopee.

“Berbagai program dan kampanye besar seperti Big Ramadhan Sale, 9.9, 12.12, Kampanye Hari Puncak, serta Kampanye 6.6 Rumah dan Hobi Sale yang sedang berlangsung sampai tanggal 6 Juni, membantu meningkatkan kenaikan penjualan hiasan dinding Wooden Projects,” jelas Bara.

Menurutnya, kampanye besar dari Shopee tersebut mampu meningkatkan ketertarikan pembeli untuk berbelanja di Wooden Projects.

Selain itu, Bara meyakini bahwa fitur-fitur seperti flash sale, diskon, gratis ongkos kirim (ongkir) juga menjadi faktor kuat yang menarik pembeli untuk melirik produk Wooden Projects.

“Saat kampanye tersebut sedang berjalan, penjualan kami bisa meningkat sampai 30 kali lipat. Di luar dari kampanye besar yang diadakan oleh Shopee, kampanye angka kembar lainnya serta Brand Festival juga memberikan manfaat yang signifikan bagi Wooden Projects,” ujar Bara.

Lebih lanjut, Bara menyebutkan, bisnis Wooden Projects miliknya telah berhasil melakukan ekspor pertama pada Juli 2020.

“Tidak disangka, bantuan dan naungan dari Shopee bisa membawa Wooden Projects sampai ke titik ini,” katanya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (22/5/2021).

Partisipasi Wooden Projects dalam program ekspor Shopee

Bara mengatakan, program ekspor dari Shopee sangat bermanfaat dalam menaikkan penjualan produk-produk di Wooden Projects.

Ia mengaku senang karena produknya dapat diekspor ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam.

Berawal dari bisnis kecil di Malang, kini Wooden Projects sudah mampu menjual ratusan produk hiasan dinding kayu hingga mancanegara.

“Program ekspor yang diberikan oleh Shopee membuat produk hiasan dinding Wooden Projects dapat merambah ke pasar global,” kata Bara.

Bara juga menyebutkan, pencapaian tersebut tidak lepas dari bantuan Shopee sejak awal ketika Wooden Projects mulai membuka toko online.

“Saya merasa sangat senang dengan edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang selama ini diberikan oleh Shopee, mengenai berbagai hal tentang ekspor. Ini merupakan awal yang baik bagi perjalanan Wooden Projects dalam mengekspor produk,” ujar Bara.

Menurutnya, melalui program ekspor Shopee, Wooden Projects dapat mengetahui produk apa yang paling diminati pasar global.

Selain itu, dengan membuka toko di Shopee, Wooden Project dapat mengembangkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia maupun mancanegara.

Adapun, pasar hiasan dinding di Indonesia, menurut Bara, juga dipengaruhi oleh tren yang ada di luar negeri.

Bara berharap, penjualan Wooden Projects akan terus meningkat dengan berpartisipasi dalam program ekspor Shopee.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Shopee untuk membawa produk lokal menuju global, melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Salah satunya wujud kolaborasi tersebut adalah peresmian Kampus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Shopee Ekspor di Surakarta.

Melalui peresmian Kampus UMKM, Shopee ingin mewujudkan target 10.000 eksportir asal Surakarta hingga akhir 2021.

Selain itu, Shopee juga melakukan kolaborasi dengan Sekolah Ekspor, sebuah asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) untuk mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030.

Program yang telah dimulai sejak awal Maret 2021 tersebut telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Bermanfaat bagi masyarakat

Bara mengaku bangga, karena saat ini ia berhasil mempekerjakan 115 karyawan di Wooden Projects yang sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.

Bahkan, bisnis yang dijalankannya tersebut sudah menambah pabrik. Tidak hanya di Malang saja, kini pabrik Wooden Projects juga ada di Ngawi.

Bara mengatakan, Wooden Projects tidak hanya memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar, melainkan juga memberikan pelatihan dan edukasi tentang pembangunan bisnis bagi karyawan.

Menurutnya, bisnis yang ditekuninya tak hanya menyejahterakan kehidupan keluarganya saja, tetapi juga menyejahterakan karyawan yang rata-rata adalah tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan terdapat beberapa yang sudah lulus kuliah.

Bara merasa bersyukur karena memiliki kesempatan untuk berkontribusi memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, terutama di masa pandemi Covid-19.

https://money.kompas.com/read/2021/05/22/195313826/wooden-projects-hiasan-dinding-kayu-asal-malang-yang-mendunia-lewat-shopee

Terkini Lainnya

Efisiensi Anggaran Makan Siang Gratis

Efisiensi Anggaran Makan Siang Gratis

Whats New
Utang Pemerintah ke Bulog Capai Rp 16 Triliun, Dirut: Hampir Semua Sudah Dibayarkan

Utang Pemerintah ke Bulog Capai Rp 16 Triliun, Dirut: Hampir Semua Sudah Dibayarkan

Whats New
Kian Susut, Surplus APBN Tinggal Rp 8,1 Triliun

Kian Susut, Surplus APBN Tinggal Rp 8,1 Triliun

Whats New
IHSG Turun 34 Poin, Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG Turun 34 Poin, Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Harga Emas Dunia Menguat Usai Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi AS

Harga Emas Dunia Menguat Usai Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi AS

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Whats New
Daftar 30 Mitra Distribusi Pembelian Sukuk Tabungan ST012 dan Linknya

Daftar 30 Mitra Distribusi Pembelian Sukuk Tabungan ST012 dan Linknya

Whats New
Lowongan Kerja PT Honda Prospect Motor untuk S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja PT Honda Prospect Motor untuk S1, Ini Persyaratannya

Whats New
Sudah Bisa Dibeli, Ini Besaran Kupon Sukuk Tabungan ST012

Sudah Bisa Dibeli, Ini Besaran Kupon Sukuk Tabungan ST012

Whats New
Revisi Target Penyaluran Kredit, BTN Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi

Revisi Target Penyaluran Kredit, BTN Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi

Whats New
Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini ? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini ? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Kekhawatiran Inflasi Mencuat, Wall Street Berakhir di Zona Merah

Kekhawatiran Inflasi Mencuat, Wall Street Berakhir di Zona Merah

Whats New
Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km Per Jam, Perjalanan Terlambat

Ada Hujan Lebat, Kecepatan Whoosh Turun hingga 40 Km Per Jam, Perjalanan Terlambat

Whats New
BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

BTN Buka Kemungkinan Lebarkan Bisnis ke Timor Leste

Whats New
[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

[POPULER MONEY] Respons Bulog soal Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun | Iuran Pariwisata Bisa Bikin Tiket Pesawat Makin Mahal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke