Salin Artikel

Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Namun kini, bisnis ikan cupang mulai meredup. Beberapa toko ikan bahkan tidak lagi menyediakan stok ikan cupang yang banyak. Hal itu disebabkan minimnya pembeli ikan cupang.

Ades Ginajar (32), pemilik usaha ikan hias di Kawasan Bogor Utara mengungkapkan, saat ini memang bisnis ikan cupang tidak lagi menuai keuntungan besar seperti awal-awal pandemi Covid-19. Hal ini terjadi karena bisnis ikan cupang sudah berada di titik jenuh.

“Penurunan terjadi mulai Maret 2021, dan cukup signifikan ya, bisa dibilang 70-80 persen, mungkin karena bisnis ikan cupang ini masuk ke titik jenuh,” kata Ades kepada Kompas.com, Minggu (21/6/2021).

Selain karena daya beli masyarakat terhadap ikan cupang turun, redupnya bisnis ikan cupang juga dinilai akibat banyaknya pedagang ikan cupang "dadakan".

Menurut Ades, karena proses pembenihan ikan cupang sangat mudah dan bisa dipelajari oleh orang awam, banyak orang yang mencari keuntungan dengan mengembangbiakan ikan cupang.

“Saat ini sudah banyak orang yang nge-breed ikan cupang sendiri, karena prosesnya mudah. Mulai dari anak kecil, ibu-ibu bisa belajar mengembangkan pembenihan ikan cupang, sehingga pasar ikan cupang bersaing ketat, dan di sisi lain daya beli ikan cupang juga lagi turun,” ujarnya.


Di tengah penurunan minat masyarakat, ada alternatif yang bisa dilakukan agar usaha ikan cupang tidak mati begitu saja.

Menurut Ades ada beberapa alternatif yang bisa dikembangkan, untuk tetap mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah dengan berinovasi ke aksesoris dan pakan ikan.

“Saat ini mindset-nya perlu dibenerin. Banyak orang berpikir dengan kemampuan breeding ikan cupang, bisa dijadikan bisnis. Padahal terlalu banyak yang melakukan breeding membuat bisnsi ikan cupang turun. Ada banyak elemen dari ikan cupang yang bisa dikembangkan, seperti menjual pakan, askesoris, dan mesin,” kata dia.

Menurut Ades, ada banyak peluang yang juga tidak kalah menjanjikan jika pelaku usaha bisa memanfaatkan alternatif penjualan lainnya yang dibutuhkan ikan cupang. Misalkan pakan seperti pelet, cacing, garam ikan, daun ketapang, daun secang dan sebagainya.

Untuk terus bertahan dalam bisnis perikanan, Ades menilai pelaku usaha juga jangan terlalu fokus pada penjualan ikan cupang saja. Tapi, ada baiknya jika melirik potensi jenis ikan hias lain sehingga ada variasi yang bisa ditawarkan kepada konsumen, ketika tren ikan cupang mulai redup.

“Selain bisnis cupang, juga harus berinovasi mencari peluang lain, seperti bisnis ikan hias lainnya. Awal mula kita memang dari bisnis ikan cupang, tapi lama kelamaan kita juga menyediakan alternatif lainnya, tujuannya agar bisnis ini tetap bertahan,” ucapnya.

https://money.kompas.com/read/2021/06/21/100151226/mengilap-di-awal-pandemi-kini-bisnis-ikan-cupang-mulai-redup

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun 'Waterpark' di Bogor

Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun "Waterpark" di Bogor

Smartpreneur
Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Whats New
Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Work Smart
Dari LinkAja hingga Zenius, Inilah Deretan Perusahaan Start-up yang PHK Karyawannya

Dari LinkAja hingga Zenius, Inilah Deretan Perusahaan Start-up yang PHK Karyawannya

Whats New
Dapat Sanksi, Kegiatan KSP SB dan KSP FIM Wajib Lapor Kemenkop UKM

Dapat Sanksi, Kegiatan KSP SB dan KSP FIM Wajib Lapor Kemenkop UKM

Whats New
Laba Bersih ALDO Melesat 70,8 Persen Kuartal I 2022

Laba Bersih ALDO Melesat 70,8 Persen Kuartal I 2022

Whats New
Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B to B, Tapi Pakai Duit APBN

Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B to B, Tapi Pakai Duit APBN

Whats New
Menakar Risiko Fiskal 2023

Menakar Risiko Fiskal 2023

Whats New
Apa Benar Luhut Juga Punya Bisnis Kelapa Sawit?

Apa Benar Luhut Juga Punya Bisnis Kelapa Sawit?

Whats New
Luhut Jawab Tudingan Jebakan Utang China di Proyek Kereta Cepat

Luhut Jawab Tudingan Jebakan Utang China di Proyek Kereta Cepat

Whats New
Alfamart Bakal Tebar Dividen Rp 779,83 Miliar, 40 Persen dari Laba Bersih 2021

Alfamart Bakal Tebar Dividen Rp 779,83 Miliar, 40 Persen dari Laba Bersih 2021

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.