Salin Artikel

Ini Jenis Reksa Dana Favorit Pilihan Investor Indonesia

Terdapat juga jenis lain seperti reksa dana terproteksi, reksa dana syariah, reksa dana efek global, reksa dana indeks, hingga yang lebih advance seperti ETF (Exchange Traded Fund), reksa dana berbasis sukuk hingga jenis produk pengelolaan investasi lainnya.

Dari sekian banyak jenis reksa dana yang ada, manakah yang kira-kira menjadi favorit investor Indonesia ?

Secara umum investor reksa dana terdiri dari 2 kategori besar yaitu orang perorangan dan institusi.

Untuk institusi dibagi lagi menjadi banyak kelompok seperti Perseroan Terbatas, Bank, Asuransi, Koperasi, Yayasan, Dana Pensiun, BUMN, dan bentuk hukum lainnya.

Meski demikian, data reksa dana yang ditampilkan di publik tidak membagi berdasarkan kategori tersebut, hanya total saja. Sehingga belum bisa diketahui mana yang diminati investor institusi dan mana yang diminati perorangan.

Secara industri, dana kelolaan yang lebih dominan adalah dari investor institusi. Akan tetap investor perorangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, perkiraan dana investor perorangan adalah antara 20–40 persen dari total dana kelolaan reksa dana.

Setiap bulannya, Otoritas Jasa Keuangan melalui situs www.reksadana.ojk.go.id menyediakan data perkembangan industri reksa dana dan pembagian per jenisnya.

Untuk data pada bulan Mei 2021 adalah sebagai berikut:

Sumber : www.reksadana.ojk.go.id, diolah Mei 2021

Berdasarkan grafik di atas, dari yang terbesar ke paling kecil adalah sebagai berikut:
1. Reksa Dana Pendapatan Tetap 26,81 persen
2. Reksa Dana Saham 23,34 persen
3. Reksa Dana Pasar Uang 18,7 persen
4. Reksa Dana Terproteksi 18,39 persen
5. Reksa Dana Campuran 4,84 persen
6. Reksa Dana Syariah Efek Global 2,99 persen
7. Exchanged Traded Fund (ETF) 2,77 persen
8. Reksa Dana Indeks 1,74 persen
9. Reksa Dana berbasis Sukuk 0,42 persen

Dari data yang ada, dapat dikatakan bahwa reksa dana favorit pilihan investor Indonesia adalah jenis reksa dana pendapatan tetap, diikuti dengan saham, pasar uang dan terproteksi. Jenis reksa dana lainnya memiliki pangsa pasar kurang dari 5 persen.

Berdasarkan profil risikonya, reksa dana pendapatan tetap, pasar uang, terproteksi, dan sukuk termasuk dalam kategori konservatif karena menggunakan obligasi dan deposito sebagai aset dasarnya. Total dari seluruh kategori di atas adalah 64,32 persen

Sementara reksa dana saham, syariah efek global, ETF dan reksa dana indeks termasuk kategori agresif karena menggunakan saham sebagai aset dasar utamanya.

Untuk reksa dana campuran, secara historis juga merupakan jenis yang bobot sahamnya lebih banyak. Sehingga masuk ke kategori agresifnya. Total dari seluruh jenis di atas adalah 35,68 persen.

Dengan menggunakan alokasi di atas, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa sekitar 64 persen dari dana investasi reksa dana ditempatkan pada jenis yang konservatif dan sekitar 36 persen pada jenis reksa dana yang agresif.

Jadi secara umum, bisa dikatakan bahwa investor reksa dana di Indonesia berdasarkan jumlah uang yang ditempatkan memiliki karakter yang lebih konservatif.

Strategi Aset Alokasi

Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti, aset alokasi adalah strategi investasi yang lebih baik karena tidak semua investor memiliki keahlian untuk melakukan market timing yang baik.

Mencoba untuk masuk ketika harga turun dan jual ketika harga naik di jenis reksa dana yang agresif memang terdengar bagus, tapi sulit untuk mendapatkan orang yang mampu melakukan hal tersebut secara konsisten.

Untuk itu, membagi reksa dana ke dalam beberapa jenis yang berbeda dapat menjadi suatu pilihan strategi investasi yang lebih bijaksana. Yang sering menjadi pertanyaan, bagaimana cara untuk melakukan aset alokasi yang ideal?

Pembagian aset reksa dana dapat mengikuti profil risiko, rekomendasi dari tenaga pemasar, bahkan yang sekarang lebih canggih yaitu menggunakan robo advisor. Namun jika anda mau ikut arus, pangsa pasar masing-masing reksa dana di atas dapat menjadi salah satu referensi.

Untuk ETF dan Reksa Dana Syariah berbasis sukuk mungkin agak sulit ditemui oleh investor reksa dana perorangan.

Untuk itu perlu disesuaikan dimana ETF dikategorikan sama dengan reksa dana indeks dan reksa dana syariah berbasis sukuk dikategorikan sama dengan reksa dana pendapatan tetap.

Dengan menggunakan angka di atas yang disesuaikan, salah satu referensi aset alokasi dengan mengikuti minat investor Indonesia secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

1. Reksa dana pasar uang 15-20 persen
2. Reksa dana pendapatan tetap 25 – 30 persen
3. Reksa dana terproteksi 15 – 20 persen
4. Reksa dana campuran 5 – 10 persen
5. Reksa dana saham 20 – 25 persen
6. Reksa dana Indeks 5 – 10 persen
7. Reksa dana dollar 2 – 5 persen

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

https://money.kompas.com/read/2021/06/28/111703926/ini-jenis-reksa-dana-favorit-pilihan-investor-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.