Salin Artikel

Beberapa Ketentuan Baru pada Masa Perpanjangan PPKM Jawa-Bali

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam kebijakan perpanjangan PPKM ini, terdapat dua road map yang memiliki penyesuaian dan akan diujicobakan, yakni sektor perbelanjaan atau mal dan industri esensial yang berbasis ekspor.

"Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mal atau pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi protokol kesehatan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8/2021).

Secara rinci, uji coba pembukaan mal akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Ketentuannya, kapasitas pengunjung hanya diperbolehkan 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Syarat lainnya yakni hanya masyarakat yang berusia di atas 12 tahun dan di bawah 70 tahun yang diperbolehkan berkunjung ke mal. Artinya, anak di bawah usia 12 tahun maupun orang tua di atas 70 tahun dilarang masuk mal.

Di sisi lain, hanya masyarakat yang telah menerima vaksinasi Covid-19 yang diperbolehkan masuk ke mal. Ketentuan ini untuk menekan potensi terjadinya penularan Covid-19 di pusat perbelanjaan.

"Hanya mereka yang sudah divaksinasi dapat masuk ke mal dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," imbuh Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.

Sementara itu, pemerintah juga mengubah ketentuan penggunaan tempat ibadah, yang kini bisa dibuka untuk daerah dengan kategori level 4. Syaratnya, kapasitas maksimum untuk diperbolehkan hanya 25 persen atau maksimal 20 orang.

Terkait industri berbasis ekspor, Luhut bilang, pemerintah tengah menggodok aturannya agar yang berada di daerah dengan kategori Level 4 tetap bisa buka. Targetnya aturan tersebut bisa rampung pada pekan ini.

"Untuk industri esensial berbasis ekspor, minggu ini akan disusun SOP protokol kesehatan agar minggu depan, mulai 17 Agustus 2021, bisa dioperasikan di kota Level 4," ujarnya.


Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan nantinya pekerja di sektor tersebut dapat masuk atau bekerja di pabrik/kantor 100 persen. Kendati demikian, jam masuk kerja setidaknya di bagi dua tahap.

"Untuk beberapa kota di level 4 dapat menerapkan 100 persen staf yang dibagi minimal dalam 2 shift," kata Luhut.

Menurut dia, dalam menetapkan kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19 ini, pemerintah mengedepankan masalah kehatian-hatian dengan baik.

Luhut ingin, tren penurunan kasus dan perawatan rumah sakit yang telah mencapai 59,6 persen dari puncak kasus di 15 Juli 2021 ini, bisa tetap terjaga.

"Jangan sampai perbaikan yang sudah kita capai susah payah kemudian menjadi sia-sia," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2021/08/10/093500926/beberapa-ketentuan-baru-pada-masa-perpanjangan-ppkm-jawa-bali

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tiket Garuda Terkenal Mahal

Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tiket Garuda Terkenal Mahal

Whats New
Menteri PUPR Minta Para Insinyur Berpartisipasi Bangun IKN Jadi Kota Masa Depan

Menteri PUPR Minta Para Insinyur Berpartisipasi Bangun IKN Jadi Kota Masa Depan

Whats New
Tunjangannya Rp 127 Juta Per Bulan, Ini Tugas dan Fungsi Sekda DKI

Tunjangannya Rp 127 Juta Per Bulan, Ini Tugas dan Fungsi Sekda DKI

Whats New
Kata Bos PLN soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik Nonsubsidi

Kata Bos PLN soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik Nonsubsidi

Whats New
FMCG Insights Minta Kemenkes Dukung BPOM soal Pelabelan BPA Galon Air

FMCG Insights Minta Kemenkes Dukung BPOM soal Pelabelan BPA Galon Air

Rilis
Bakal Terapkan Nontunai Nirsentuh, Pengendara Tak Lagi Berhenti di Gerbang Tol

Bakal Terapkan Nontunai Nirsentuh, Pengendara Tak Lagi Berhenti di Gerbang Tol

Whats New
TKDN Produk Kabel Tembus 95 Persen, Menperin: Predikatnya Wajib Dibeli

TKDN Produk Kabel Tembus 95 Persen, Menperin: Predikatnya Wajib Dibeli

Whats New
Distribusi Pupuk Subsidi Diawasi Secara 'Real Time'

Distribusi Pupuk Subsidi Diawasi Secara "Real Time"

Rilis
Pertama Kalinya, 20 Ton Beras Diregistrasikan ke Sistem Resi Gudang

Pertama Kalinya, 20 Ton Beras Diregistrasikan ke Sistem Resi Gudang

Rilis
Likuiditas Melimpah, BNI Siap Hadapi Kenaikan Permintaan Kredit

Likuiditas Melimpah, BNI Siap Hadapi Kenaikan Permintaan Kredit

Whats New
Simak Tips Agar Tidak Terjebak Investasi di Binary Option

Simak Tips Agar Tidak Terjebak Investasi di Binary Option

Spend Smart
Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Rilis
Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.