Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Hijau Jelang Akhir Pekan

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (29/10/2021).

Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.16 WIB, IHSG berada pada level 6.565,67 atau naik 41,6 poin (0,64 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.524,07.

Sebanyak 264 saham melaju di zona hijau dan 137 saham di zona merah. Sedangkan 163 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,41 triliun dengan volume 2,14 miliar saham.

Pagi ini, bursa saham asia mayoritas merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,27 persen, Nikkei 0,42 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,68 persen. Sementara Strait Times menguat 0,46 persen.

Wall Street pagi ini ditutup hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,68 persen, indeks S&P 500 menguat 0,98 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq naik 1,39 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, hari ini IHSG berpeluang melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan.

“IHSG diprediksi melemah, investor akan mencermati rilis data ekonomi dari Amerika Serikat. Dari dalam negeri investor juga masih mencermati rilis laporan keuangan oleh beberapa emiten,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat.

Melansir Bloomberg, pukul 09.14 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.169 per dollar AS, atau menguat 4 poin (0,02 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.172 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun menguat, sentimen negatif masih mendominasi pergerakan harga aset berisko hari ini yang bisa menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Indeks saham Asia terlihat bergerak negatif pagi ini. Ini mungkin dipicu oleh laporan penghasilan perusahaan teknologi besar AS seperti Apple dan Amazon yang di bawah ekspektasi pasar.

"Penurunan pendapatan perusahaan di atas disebabkan oleh gangguan suplai material bahan baku yang masih terjadi akibat pandemi. Rupiah bisa melemah hari ini," jelas Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.200 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.150 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/10/29/093140226/ihsg-dan-rupiah-kompak-melaju-di-zona-hijau-jelang-akhir-pekan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke