Salin Artikel

Genjot Tingkat Literasi Asuransi, Allianz Indonesia Maksimalkan Kanal Digital

Namun demikian, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi masih sangat rendah. Data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pada tahun 2019 tingkat literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 19,4 persen.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh berbagai pihak terkait untuk meningkatkan angka literasi asuransi nasional ialah jangkauan untuk mengedukasi masyarakat. Masyarakat di daerah yang sulit dijangkau memiliki tingkat literasi asuransi lebih rendah dibanding masyarakat di kota besar.

PT Asuransi Allianz Life Indonesia menyadari literasi asuransi masih belum merata. Sebab, sosialisasi atau edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait asuransi masih belum dilakukan secara nasional.

"Sehingga kami melihat tantangan ini sebagai sebuah peluang untuk mendukung program peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi," ujar Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen kepada Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Karin menjelaskan, perusahaan terus fokus melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum yang berasal dari berbagai segmen dan lapisan masyarakat. Allianz juga memaksimalkan kanal digital untuk memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat di berbagai daerah.

"Secara rutin kami memberikan konten edukasi, baik melalui acara online, komunikasi elektronik dan konten sosial media," katanya.

Teknologi dinilai memiliki peranan penting dalam rangka mendongkrak tingkat literasi asuransi nasional. Kehadiran teknologi membuat jarak tidak lagi menjadi hambatan Allianz mengedukasi masyarakat terkait asuransi.

"Teknologi mendukung kami dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang tadinya bisa dilakukan secara offline di kalangan terbatas," kata Karin.

Selain memaksimalkan teknologi, Allianz Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjangkau lebih banyak lagi cakupan edukasi dan sosialisasi.

Lebih lanjut Karin menyebutkan, sejak Januari hingga September 2021, Allianz telah menjangkau lebih dari 455.000 orang penerima manfaat dari berbagai program literasi keuangan yang dilakukan.

"Hal ini selaras dengan strategi kami melindungi lebih banyak masyarakat dan mendukung inisiatif pemerintah meningkatkan literasi keuangan di Indonesia," ucap dia.

Pemahaman terhadap produk asuransi menjadi semakin penting, seiring dengan adanya pertumbuhan tingkat pemanfaatan asuransi yang cepat.

Data OJK menunjukkan penetrasi industri asuransi nasional terus meningkat selama pandemi. Hingga Juli 2021, tingkat penetrasi asuransi mencapai 3,11 persen, meningkat dari akhir tahun 2020 yang hanya 2,92 persen.

Sementara itu, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukan, jumlah tertanggung perorangan pada pertengahan tahun 2021 sebanyak 20,04 juta orang, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang hanya 16,92 juta orang.

Peningkatan juga terjadi pada polis perorangan. Pada pertengahan tahun 2021, terdapat sebanyak 19,03 juta polis perorangan, naik daru periode sama tahun lalu yang hanya 15,95 juta orang.

https://money.kompas.com/read/2021/11/28/163100126/genjot-tingkat-literasi-asuransi-allianz-indonesia-maksimalkan-kanal-digital-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

Whats New
Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Whats New
Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Earn Smart
Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Whats New
Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Whats New
Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Rilis
Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Whats New
3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

Rilis
Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Whats New
NIK Bakal Jadi NPWP Mulai Tahun Depan

NIK Bakal Jadi NPWP Mulai Tahun Depan

Whats New
Pedagang Pasar: Kami Belum Dapati Migor Curah Melimpah, HET Juga Belum Turun...

Pedagang Pasar: Kami Belum Dapati Migor Curah Melimpah, HET Juga Belum Turun...

Whats New
Asabri Link Perluas 1.000 Titik Layanan di Seluruh Indonesia

Asabri Link Perluas 1.000 Titik Layanan di Seluruh Indonesia

Rilis
Harga Emas Dunia Melonjak, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Harga Emas Dunia Melonjak, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.