Salin Artikel

[POPULER MONEY] Alasan Orang AS Lebih Memilih Bangun Rumah Kayu | Blackberry Sempat Tolak Bangun Data Center di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi yang hobi menonton film Amerika Serikat atau Hollywood, pernahkah menyadari bahwa hampir semua rumah di Negeri Paman Sam terbuat dari kayu?

Pemilihan rumah dengan bahan utama dari kayu di Amerika Serikat tak memandang status sosial. Kaya maupun miskin, kebanyakan orang AS lebih menyukai menggunakan rumah kayu ketimbang menggunakan batu bata dan semen.

Berita mengenai orang AS lebih memilih bangun rumah kayu ketimbang semen masuk ke jajaran teratas berita terpopuler di Money Kompas.com pada Rabu (5/1/2022) kemarin.

Berikut deretan berita terpopuler di Money Kompas.com pada Rabu kemarin:

1. Mengapa Orang AS Lebih Memilih Bangun Rumah Kayu ketimbang Semen?

Dari beberapa alasan, pemilihan rumah kayu terutama didasari motif ekonomi. Dikutip dari laman Homely Ville, berikut ini alasan orang AS lebih memilih menggunakan rumah kayu.

Salah satunya, karena harga kayu yang relatif lebih terjangkau.

Sebagai salah satu negara dengan daratan paling luas dunia, AS adalah negara penghasil kayu hutan yang terbilang besar. Harga kayu pun masih relatif terjangkau dibandingkan membeli semen.

Selain itu, membangun rumah kayu lebih cepat selesai, sehingga biaya pembangunan bisa ditekan. Membayar tukang bangunan sangatlah mahal di AS. Rumah kayu adalah tempat tinggal yang bisa dibangun dengan cepat dan mudah.

Untuk mengetahui alasan selengkapnya silahkan baca di sini

2. Pahami Beda Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) berbeda dengan manfaat Jaminan Pensiun (JP) pada program BPJS Ketenagakerjaan.

Pasalnya, Jaminan Hari Tua adalah salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang berbeda dengan Jaminan Pensiun BPJS, meski keduanya sama-sama diperuntukkan bagi pekerja penerima upah.

Tak ayal, pertanyaan mengenai perbedaan JHT dan JP kerap mencuat di kalangan pembaca, termasuk bagi yang mencari jawaban apakah Jaminan Pensiun bisa dicairkan.

Untuk mengetahui perbedaannya silahkan baca di sini

3. Dilema Investor Saham Bukalapak: Dulu Rp 1.060, Kini Hanya Rp 430

Sempat jadi incaran investor pasar modal, harga saham Bukalapak kini justru terus merosot drastis. Harganya kini bahkan sudah turun separuhnya dibandingkan saat pencatatan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).

Dikutip dari Kompas TV, Bukalapak yang resmi melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021, saham dengan kode emiten BUKA tercatat sempat menguat sampai 210 poin atau 24,71 persen ke level Rp 1.060 per saham dari sebelumnya pada harga pembukaan di level Rp 850 per saham.

Setelah mencapai harga tertingginya, saham Bukalapak terus merosot dari hari ke hari. Tak jarang, saham BUKA seringkali mentok sampai batas auto reject bawah (ARB). Harga sahamnya terus menjauhi level saat IPO di harga Rp 850 per lembarnya. Karena itu, BEI selaku regulator harus melakukan suspensi alias penghentian sementara perdagangan saham Bukalapak.

Untuk mengetahui selengkapnya silahkan baca di sini

4. APBN 2021 Bikin Sri Mulyani Girang, Pajak hingga PNBP Kinclong

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati gembira memaparkan kinerja sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021. Wajahnya sumringah begitu memasuki ruangan konferensi pers APBN Kita awal pekan ini.

Sebab, pendapatan negara secara keseluruhan memenuhi atau bahkan melebihi target APBN. Bendahara negara ini mencatat, pendapatan negara sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 2.003,1 triliun atau tembus 114,9 persen dari target APBN yang sebesar Rp 1.743,6 triliun.

Hingga Desember 2021, pendapatan negara tumbuh sebesar 21,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 1.647,8 triliun.

Selengkapnya silahkan baca di sini

5. Di Era Jayanya, BlackBerry Tolak Bangun Data Center di Indonesia

Kisah kejatuhan BlackBerry selalu menarik diceritakan kembali. Dulu begitu berjaya, kini sama sekali ponsel BlackBerry tidak ada lagi gaungnya.

Jika ada salah satu faktor utama yang jadi penyebab, tentu ada kesalahan kepemimpinan di masa silam. Padahal, BlackBerry sempat dianggap sebagai ponsel sejuta umat. Di kalangan menengah dan menengah ke atas Indonesia, BlackBerry juga menjadi ponsel wajib.

Merunut ke belakangan, BlackBerry yang menawarkan keunggulan keamanan penggunanya ini sempat jadi kontroversi di Indonesia.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna, BlackBerry justru enggan membangun data centernya di Indonesia. Meski pemerintah Indonesia berulangkali menuntut perusahaan yang sebelumnya bernama Research in Motion (RIM) tersebut.

Selengkapnya baca di sini

https://money.kompas.com/read/2022/01/06/053000826/-populer-money-alasan-orang-as-lebih-memilih-bangun-rumah-kayu-blackberry

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.