Salin Artikel

Jiwasraya Harus Menyelesaikan Kewajiban pada Nasabah Pemegang Putusan Hukum

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwasraya masih memiliki kewajiban yang harus dibayarkan ke nasabah yang menang di jalur pengadilan. Kewajiban Jiwasraya tak semerta terhenti dengan adanya aktivitas pengalihan polis ke IFG Life.

Seperti diberitakan, terdapat 5 orang nasabah Jiwasraya yang memegang putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht). Saat ini, mereka dikabarkan belum dapat menerima haknya dari Jiwasraya setelah 4 tahun menunggu.

Sedikit catatan, beberapa nasabah Jiwasraya yang tidak menyetujui tawaran restrukturisasi maju ke tingkat peradilan untuk mendapatkan haknya kembali.

Plh Head of Corporate Secretariat IFG Life Mahendra Djoko Prasetyo mengatakan, selama polis restrukturisasi tersebut belum dialihkan ke IFG Life, maka nilai pertanggungannya juga belum beralih ke IFG Life.

"Proses restrukturisasi pada dasarnya ada di ranah Jiwasraya. Sedangkan kami, IFG Life sesuai mandat yang diberikan, adalah menerima migrasi polis dan membayarkan klaim nasabah yang setuju restrukturisasi dan sudah berpindah ke IFG Life," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2022).

Ia menambahkan, IFG Life secara governance fokus terkait proses pengalihan nasabah yang telah setuju restrukturisasi dan sudah berpindah ke IFG Life.

Mengenai kemungkinan nasabah pemegang inkracht untuk ikut restrukturisasi di IFG Life, ia menyampaikan perlunya untuk merujuk kembali kepada legal dokumen tentang syarat dan mekanisme proses restruturisasi. Yang mana, legal dokumen tersebut dikelola oleh Jiwasraya, bukan di IFG Life.

Dengan begitu, Jiwasraya tetap memiliki kewajiban untuk memenuhi haknya terhadap 5 nasabah yang memiliki inkracht.

Meskipun demikian, beberapa waktu lalu Direktur Utama Jiwasraya Angger P Yuwono mengungkapkan, pihaknya sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk membayar.

Ia mengaku telah bertemu dengan beberapa nasabah dan menyampaikan keadaan perusahaan tersebut.

"Atas ketidakmampuan kami dalam membayar, maka opsi yang tersedia hanya menawarkan kembali restrukturisasi seperti sebagian pemegang polis lainnya," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (21/4/2022).

Sebagai catatan, proses migrasi polis ke IFG Life sampai dengan 22 April 2022 mencapai 67,8 persen atau sebanyak 156.266 polis.

Sedangkan, nilai klaim yang dibayarkan IFG Life telah mencapai Rp 3,397 triliun kepada nasabah restru yang sudah berpindah ke IFG Life.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan aktif dan turut mendukung kelancaran proses pengalihan ini," tutup Mahendra.

https://money.kompas.com/read/2022/05/04/160600926/jiwasraya-harus-menyelesaikan-kewajiban-pada-nasabah-pemegang-putusan-hukum

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.