Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Sukses Mi Udon Takaya Awata, Jadi Miliarder Usai "Drop Out" Kuliah

Saat ini, Toridoll mengoperasikan sekitar 1.900 restoran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Jumlah itu melonjak lebih dari sepertiga selama setahun terakhir setelah orang mulai makan di luar pasca-pandemi Covid-19.

Takaya sendiri memiliki 48 persen saham di Toridoll yang bernilai 1,1 miliar dollar AS.

Dikutip dari Forbes, awalnya, Toridoll didirikan pada 1990 dan telah menjelma menjadi gerai mi terkenal dengan jaringan seperti Marugame Seimen.

Sejak 2010, Takaya fokus pada perluasan Toridoll ke seluruh dunia. Padahal, di Jepang sendiri, Toridoll memiliki 1.000 restoran.

Toridoll juga buka di negara lain, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kamboja, Hongkong, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Takaya telah terjun ke dunia restoran sejak keluar dari Universitas Studi Asing Kota Kobe pada usia 23 tahun.

Ia lantas membuka restoran ayam panggang Jepang pertamanya pada 1985. Namun, bisnis itu tak mendatangkan keuntungan.

Suatu saat, ia berkunjung kampung halaman ayahnya di Kagawa, Jepang dan mendapatkan ide untuk membuka gerai udon.

Melihat antrean panjang pada salah satu gerai yang membuat mi sendiri, alih-alih buatan pabrik menginspirasi dia.

Toridoll akhirnya menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo pada 2006.

Di lain kesempatan, lawatannya ke Hawaii, Amerika Serikat, membuat dia punya ide untuk berekspansi ke luar negeri.

Pada 2011, Toridoll membuka restoran pertamanya di Hawaii dan diikuti negara lain, seperti China dan Indonesia.

Dalam penyajiannya, Toridoll melayani preferensi lokal. Sebagai contoh di Indonesia, gerai mi udon ini menawarkan toping cabai.

Sedangkan di China, ada menu dengan tambahan kaldu berbahan dasar tomat.

https://money.kompas.com/read/2023/09/01/081748626/kisah-sukses-mi-udon-takaya-awata-jadi-miliarder-usai-drop-out-kuliah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke