Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN

Bank-bank yang merupakan perusahaan pelat merah yang dijadwalkan akan membagikan dividen yaitu Bank Mandiri (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Bank Mandiri menjadi salah satu emiten Himbara yang menebar dividen paling besar yakni Rp 353,96 per saham kepada para pemilik saham. Diikuti oleh BBNI senilai Rp 280 per saham, BBRI sebesar Rp 235 per saham, dan BBTN sejumlah Rp 49,8 per saham.

Lebih rincinya simak uraian berikut ini:

1. Pembagian dividen Bank Mandiri 

BMRI akan membagikan dividen sebesar Rp 33,03 triliun dari total laba bersih tahun buku 2023. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 7 Maret 2024.

Besaran dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 60 persen dari total laba 2023 senilai Rp 55,1 triliun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, rasio dividen yang dibagikan sama besarannya. 

Secara rinci, dividen senilai Rp 17,18 triliun akan dibagikan kepada negara yang memegang 60 persen saham bank berlogo emas ini. Sisanya, dibagikan kepada pemegang saham publik dengan besaran Rp 353,96 per saham.

Jadwal pembagian dividen BMRI:

BBRI akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham senilai Rp 48,10 triliun untuk tahun buku 2023. Dengan demikian, besaran dividen BRI yang akan dibagikan adalah Rp 319 per saham.

Jumlah tersebut setara dividend payout ratio senilai 80,04 dari laba atribusi. Adapun dividen yang dibagikan BRI tersebut mengalami peningkatan 10,59 persen dibandingkan nominal yang dibayarkan pada 2023 sebesar Rp 43,49 triliun.

Jumlah dividen yang akan dibagikan tersebut sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham senilai Rp 12,67 triliun atau Rp 84 per saham yang telah dibagikan pada 18 Januari 2024 lalu.

Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan bank bersandi bursa BBRI tersebut kepada pemegang saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 35,43 triliun atau sebesar Rp 235 per saham.

Jadwal pembagian dividen BBRI:

3. Pembagian dividen BNI

BBNI berencana membagikan dividen dari laba bersih tahun 2023 sebesar 50 persen atau setara dengan Rp 10,45 triliun. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Senin (4/3/2024).

Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2023 dan para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2023, senilai total Rp 10,45 triliun.

Adapun nilai pembagian dividen naik 42,76 persen dari total dividen tahun buku 2022 senilai Rp 7,32 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp 280,49. Sebagai BUMN, BNI juga akan menyetorkan dividen ke negara sebesar 60 persen atau Rp 6,27 triliun.

Jadwal pembagian dividen BBNI:

4. Pembagian dividen BTN

BBTN akan membagikan dividen senilai Rp 700,19 miliar dari tahun buku 2023. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 6 Maret 2024.
Besaran dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 20 persen dari total laba 2023 senilai Rp 3,5 triliun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, rasio dividen yang dibagikan lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 18 persen.

Secara rinci, dividen senilai Rp 420,11 miliar akan dibagikan kepada negara yang memegang 60 persen saham BTN. Sedangkan sisanya, dibagikan kepada pemegang saham publik.

BBTN akan menebar dividen Rp 49,89 per saham. Dengan harga saham BBTN yang ada di Rp 1.380 per saham pada Jumat (8/3/2024), yield dividen BTN sebesar 3,61 persen.

Jadwal pembagian dividen BBTN:

https://money.kompas.com/read/2024/03/17/111508926/jadwal-lengkap-pembagian-dividen-bank-mandiri-bri-bni-dan-btn

Terkini Lainnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke