Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

KOMPAS.com - Mata uang Singapura adalah dollar. Kode internasional mata uang negara Singapura adalah SGD dengan simbol S$ guna membedakannya dengan dollar negara lainnya.

Uang kertas dolar Singapura dicetak dalam pecahan antara S$ 2 dan S$ 10.000. Satu SGD dibagi menjadi 100 sen dengan koin dicetak dalam denominasi satu sen hingga S$ 5.

Nilai tukar mata uang Singapura ke rupiah adalah Rp 11.840 untuk setiap S$ 1. Sementara bila dikonversikan ke dollar AS, S$ 1 setara dengan 0,73 dollar AS.

Mengenal mata uang Singapura

Mengutip Investopedia, mata uang Singapura diperkenalkan pada tahun 1967 tak lama setelah pulau tersebut memisahkan diri dari Federasi Malaysia.

Mata uang ini awalnya diproduksi oleh Board of Commissioners of Currency hingga lembaga tersebut digabung ke Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore) pada tahun 2002.

Denominasi mata uang Singapura adalah S$ 2, S$ 5, S$ 10, S$ 20, S$ 25, S$ 50, S$ 100, S$ 1.000, dan S$ 10.000. Seperti disebutkan di atas, satu SGD dibagi menjadi 100 sen.

Bank sentral bertanggung jawab untuk mencetak koin dengan nilai antara lain satu, lima, 10, 20, dan 50 sen. Koin dengan nilai terbesar pada mata uang Singapura adalah koin S$ 1 dan S$ 5.

Dolar Singapura, yang biasa disebut di pasar valuta asing sebagai sing, nilainya setara dengan ringgit Malaysia hingga tahun 1973.

Dolar Singapura adalah mata uang ke-12 yang paling banyak diperdagangkan di dunia, dan tertinggi ketiga di Asia, setelah yen Jepang (JPY) dan renminbi Tiongkok.

SGD menyumbang hampir 1,8 persen dari volume harian perdagangan mata uang. Sejak keuangan krisis tahun 2007–2008, SGD menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di dunia.

Sebagai negara yang menjadi pusat keuangan yang kuat dan berkembang, harga perumahan yang stabil, dan aturan yang ketat, Singapura telah menjadi tujuan favorit bagi investor dan pengusaha luar negeri.

Menurut bank sentral Singapura, sekitar S$ 60,3 miliar telah beredar pada tahun 2021.

Mata uang Singapura sepenuhnya didukung oleh emas, perak, dan aset lainnya yang disimpan oleh bank sentral negara tersebut.

Pada akhir tahun 2020, lembaga pemeringkat, Fitch Ratings kembali menempatkan peringkat AAA terhadap dolar Singapura, meskipun pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian negara tersebut.

Perekonomian Singapura

Singapura telah menjadi pusat perdagangan dan pelayaran utama sejak awal abad ke-19 ketika East India Company dari Inggris melihat potensinya sebagai pusat komersial untuk perdagangan Asia.

Negara kota tetap menjadi koloni Inggris sebelum dan sesudah pendudukannya oleh Jepang selama Perang Dunia II.

Setelah memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1960an, Singapura mengalami periode pertumbuhan manufaktur dan berkembang pesat menjadi negara berpendapatan tinggi.

Sektor manufaktur dan jasa tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan. Kota ini juga merupakan pusat jasa keuangan utama di kawasan ini dan tetap menjadi pelabuhan penting.

Singapura merupakan salah satu negara dengan peraturan yang paling ramah bisnis bagi para wirausahawan, menurut Bank Dunia.

Statusnya sebagai pusat bisnis kelas dunia semakin mengesankan mengingat ukurannya yang kecil. Seluruh negara kota ini berpenduduk kurang dari 5,45 juta jiwa.

Republik kepulauan ini adalah salah satu dari empat macan Asia yang perekonomiannya mengalami tingkat pertumbuhan tinggi sejak tahun 1960an, sehingga menjadikan mereka salah satu negara terkaya di dunia. Harimau Asia lainnya adalah Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan.

Mata uang Singapura ke rupiah

Menjadi pertanyaan 1 dollar SGD berapa rupiah?

Sebagaimana sudah disebutkan di atas, saat ini nilai tukar mata uang Singapura ke rupiah adalah Rp 11.840. Meski berfluktuasi, nilainya stagnan antara Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per setiap 1 SGD.

Jadi sudah tahu kan apa mata uang singapura?

https://money.kompas.com/read/2024/04/13/213334326/apa-mata-uang-singapura-dan-berapa-nilai-tukarnya-ke-rupiah

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke