Anis Dapat Penghargaan Internasional

Kompas.com - 09/08/2011, 21:21 WIB
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Organisasi nonpemerintah hak asasi manusia yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Human Rights Watch, menganugerahi Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah penghargaan Alison Des Forges 2011. Anis bersama enam aktivis dari berbagai negara mendapat penghargaan berkat peran aktif mereka mengadvokasi hak asasi manusia di tengah ancaman yang mengintai.

Anis yang aktif mengadvokasi masalah tenaga kerja Indonesia  di dalam negeri maupun di luar negeri lewat Migrant Care bakal menerima penghargaan tersebut pada November 2011.

Anugerah tahunan ini berasal dari nama penasihat senior Human Rights Watch Divisi Afrika spesialis masalah genosida Rwanda selama dua dekade yang tewas kecelakaan pesawat pada 12 Februari 2009. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang rela mempertaruhkan diri dalam membela dan melindungi harga diri orang lain.

Dari titik pusat gelombang revolusi di dunia Arab hingga berbagai tempat lain dimana ancaman selalu mengintai, mereka yang berani mengeluarkan pendapat, para aktivis ini menunjukkan tekad dan keberanian yang luar biasa dalam membela kepentingan orang lain.

"Kami menghargai tekad dan perjuangan mereka serta berharap pemberian anugerah ini akan meningkatkan kesadaran dunia terhadap keadaan yang memprihatinkan yang ingin mereka ubah," tutur Direktur Eksekutif Human Rights Watch Kenneth Roth di New York.

Keenam penerima anugerah lainnya adalah Direktur Eksekutif Prakarsa Mesir untuk Hak Pribadi Hossam Bahgat yang juga aktif dalam revolusi Januari 2011 di Mesir, jurnalis dan aktivis yang mengetuai Kelompok Kerja Arab Pemantau Media serta Juru Bicara Dewan Nasional Kebebasan di Tunisia Sihem Bensedrine, Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Zimbabwe Timur Farai Maguwu, jurnalis investigasi koran independen Nova ya Gazeta di Rusia Elena Milashina, Direktur Warga Mendukung Hak Asasi Manusia di Monterrey, Meksiko, Consuelo Morales, dan pegiat hak perempuan serta pendiri gerakan kampanye satu juta tanda tangan mendukung hak perempuan di Iran Sussan Tahmasebi.

Staf Human Rights Watch kerap bekerja sama dengan para pembela hak asasi manusia untuk penelitian di sedikitnya 90 negara. Para aktivis ini akan menerima penghargaan dalam makan malam tahunan 2011 yang diselenggarakan di Amsterdam (Belanda), Beirut (Lebanon), Chicago (Amerika Serikat), Geneva (Swiss), Hamburg (Jerman), London (Inggris), Los Angeles (AS), Munich (Jerman), New York (AS), Oslo (Norwegia), Paris (Perancis), San Fransisco (AS), Santa Barbara (AS), Toronto (Kanada), dan Zurich (Swiss).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.