Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobnas Berpeluang Besar di Spesifikasi Khusus

Kompas.com - 09/01/2012, 16:18 WIB
Orin Basuki

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil nasional dapat dikembangkan di Indonesia dan dijual dengan harga murah agar dapat bersaing dengan mobil dari produsen asing jika bergerak pada segmen mesin dengan spesifikasi khusus dan belum ada di pasar.

Dengan spesifikasi khusus itu, pemerintah dapat menyediakan fasilitas fiskal maksimal tanpa harus khawatir akan terkena sanksi antimonopoli dari organisasi perdagangan dunia atau WTO.

Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri, Kementerian Koordinator Perekonomian, Edy Putra Irawady mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Senin (9/1/2012).

Menurut Edy, mobil nasional sebaiknya diproduksi dengan kapasitas mesin yang sedikit "nyeleneh" alias belum ada dipasar otomotif sebelumya, seperti mesin dengan kapasitas 950 cc atau 1.100. Selama ini, mobil-mobil murah yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan mobil asing terkemuka seperti dari Jepang dan Korea Selatan selalu menggunakan kapasitas mesin seragam, seperti 1.000 cc atau 1.500 cc.

"Kita harus mau membuat mobil nasional yang kapasitas mesinyya aneh, misalnya 950-1.100 cc. Ini memungkinkan Indonesia untuk mendapatkan eksklusifitas. Pemerintah juga bisa mengeluarkan insentif fiskal, misalnya pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Bea Balik Nama, dan Pajak Kendaraan Bermotor. Ini aman, karena tidak ada industri otomotif yang akan terganggu, sebab segmennya berbeda," tuturnya.

Dengan pembebasan pajak-pajak tersebut maka memungkinkan bagi Indonesia menjual mobil nasional yang berharga murah. Harga murah juga bisa ditekan jika kandungan komponen lokalnya semakin tinggi, karena ketergantungan pada komponen impor semakin kecil. Semakin kecil komponen impornya, akan menghilangkan ongkos berupa bea masuk. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com