Nasabah Kaya Tak Otomatis Dapat Layanan Prima

Kompas.com - 25/01/2012, 21:56 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com —Nasabah kaya yang memiliki rekening dalam jumlah besar tidak otomatis menjadi nasabah yang memperoleh layanan prima dari bank.

Untuk menjadi nasabah prima, nasabah tersebut harus men-declare atau menandatangani pernyataan.

Hal itu ditegaskan Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Irwan Lubis, di Jakarta, Rabu (25/1/2012).

”Kalau tidak ada declare dari pemilik rekening, tidak bisa jadi nasabah prima,” kata Irwan.

Syarat itu hanya salah satu dari berbagai syarat untuk layanan nasabah prima.

Namun, Irwan mengakui, masing-masing bank memiliki kreasi sendiri dalam memberikan layanan prima.

Ia hanya mengingatkan rambu-rambu yang harus dipatuhi, antara lain, berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi dibandingkan layanan biasa.

”Bahkan, di satu bank bisa ada dua macam layanan nasabah prima, dengan jumlah rekening berbeda,” kata Irwan.

Ada bank yang menetapkan syarat simpanan minimum Rp 500 juta. Namun, ada juga simpanan minimum yang disyaratkan, yakni Rp 1 miliar, sebagai calon nasabah prima.

Satu yang pasti, kualitas dan kuantitas layanan nasabah prima harus memadai. Kompetisi menjaring nasabah prima pun tak terhindarkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X