Dokter dan Laboratorium Pemeriksa Lion Air Harus Diaudit!

Kompas.com - 05/02/2012, 16:08 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS,Yudi Widiana Adia mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa dan mengaudit dokter dan laboratorium yang memeriksa pilot-pilot maskapai Lion Air.

Desakkan itu disampaikan menyusul tertangkap tangannya lagi seorang pilot Lion Air yang menggunakan narkotika jenis shabu.

"Patut dicurigai ada kesalahan prosedur pemeriksaan urine pilot yang membuat pengguna narkoba lolos menjadi pilot dan menerbangkan pesawat. Jelas ini sangat membahayakan penumpang," kata Yudi, dalam siaran persnya.

Lolosnya uji urine pada sejumlah pilot pengguna narkoba tentu sangat memprihatinkan dan layak dicurigai terjadi kesalahan prosedur, lanjut Yudi.

Bukan hanya IDI, pihak Kementerian Perhubungan juga harus bertanggungjawab dan menjelaskan persoalan ini agar tidak menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.

Menurut Yudi, jika Kemenhub tidak tegas terhadap maskapai bersangkutan maupun pilot pengguna narkoba, maka berdampak negatif pada industri penerbangan nasional.

Penggunaan narkoba oleh pilot akan berdampak hilangnya kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan, ujar Yudi. "Tidak cukup hanya dengan mencabut lisensi pilot, namun harus dilakukan pembenahan sistemik agar setiap maskapai lebih ketat menjaga disiplin karyawannya. Maskapai penerbangan juga tidak boleh lepas tangan begitu saja," tegas Yudi.

Yudi menyayangkan pernyataan pimpinan Lion Air yag mengaku kesulitan mengawasi karyawannya, termasuk pilot yang kecanduan narkoba.

Menurut Yudi jika sistem pengawasannya betul dan sesuai standar, sangat mudah mendeteksi pengguna narkoba. Jika ternyata masih saja ada yang lolos uji, padahal dilakukan setiap enam bulan sekali, ini pasti ada yang salah. Oleh karena itu Yudi meminta IDI dan Kemenhub segera mengaudit sistem pengawasan dan uji narkoba yang dimiliki maskapai Lion Air.

"Jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga. Jangan sampai ada maskapai tidak tegas terhadap pilotnya yang menggunakan narkoba, sehingga industri penerbangan tidak lagi dipercaya publik, tegas Yudi.

"Kita sudah terlalu sering mendengar permintaan maaf dari maskapai bersangkutan, namun kejadian ini terus berulang. Tentu kita tidak ingin hal yang sama kembali terulang di masa datang," ujar Yudi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X