Kompas.com - 09/08/2012, 11:34 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan rencananya akan mengambil mobil listrik sekelas Ferrari dalam tiga hari ke depan. Namun, karena akhir pekan ini Dahlan akan umrah, maka mobil listrik ini akan diambil setelah Lebaran.

"Kemarin baterainya tertahan di pelabuhan, sekarang baru bisa diambil dan harus dibawa ke Yogyakarta. Dalam tiga hari ke depan mestinya sudah bisa diambil, tapi karena mau umrah, jadi ambilnya setelah umrah saja," kata Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Sekadar catatan, Dahlan Iskan beserta keluarga akan umrah ke Mekkah mulai 10 Agustus 2012 hingga 22 Agustus 2012. Dahlan menginginkan bisa menikmati 10 hari terakhir bulan Ramadhan di Mekkah dan sekaligus ber-Lebaran di sana.

Saat ini, mobil listrik sekelas Ferrari ini sedang diproduksi di Yogyakarta. Mobil listrik sekelas Ferrari ini akan memiliki sejumlah fitur teknologi kelas atas (high end).

Dahlan menambahkan, saat ini mobil listrik seri kedua setelah versi Ahmadi ini sedang dalam tahap pemasangan baterai listrik. Masalahnya, baterai ini diimpor langsung dari Amerika Serikat.

Sepekan lalu, baterainya masih tertahan di pelabuhan karena masalah administrasi. Agar harga mobil nantinya bisa ditekan, Dahlan menginginkan agar baterai untuk mobil atau motor listrik bisa diproduksi di dalam negeri.

Sebelumnya, Dahlan Iskan telah mengunjungi PT Nipress Tbk yang berlokasi di Cileungsi, Bogor. Kunjungan itu untuk membicarakan kesiapan Nipress dalam pembuatan baterai untuk memasok kebutuhan tenaga penggerak mobil listrik nasional.

Nipress, sebut Dahlan, sudah menyatakan kesiapannya untuk memasok komponen baterai yang akan dipasang di mobil listrik. Dalam pembicaraan itu, Nipress menyatakan mampu memproduksi baterai jenis Lithium Forre Phosphat.  

Saat ini, investasi mobil listrik nasional diperkirakan menelan dana sebesar Rp 5 triliun. Ada empat varian kendaraan yang akan menggunakan energi listrik tersebut, yaitu kendaraan sekelas Suzuki Carry, sejenis Toyota Avanza, sekelas Honda Jazz, serta Mercedes-Benz. "Mei tahun depan, Nipress diharapkan bisa memproduksi baterai Lithium tersebut," jelasnya.

Sekadar informasi, mobil listrik sekelas Ferrari ini memang dibanderol cukup mahal, yaitu Rp 1,5 miliar per unit. Sampai saat ini sudah 40 unit dipesan, termasuk pesanan milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mobil listrik di Yogyakarta ini dirakit oleh Danet Suryatama. Insinyur lulusan ITS dengan gelar doktor dari Michigan, AS, ini sudah lebih dari 10 tahun menjadi engineer di pabrik mobil AS.

Saat ini, prototipe mobil listrik sport itu sudah dibuat. Prototipe mobil listrik itu akan diperkenalkan pada Agustus mendatang dan mulai diproduksi secara massal pada awal 2013.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.