Divonis Pailit, Telkomsel Boleh Tetap Berbisnis

Kompas.com - 11/10/2012, 16:53 WIB
EditorReza Wahyudi

Tribun Batam/Iman Suryanto Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dalam kondisi pailit, PT Telkomsel Seluler (Telkomsel) diizinkan untuk melaksanakan segala aktivitas bisnisnya, oleh hakim pengawas dalam rapat kreditur pailitnya.

Dalam rapat kreditur yang berlangsung pada hari Rabu (10/10), hakim pengawas dalam rapat kreditur Sutanto Adiputro mengabulkan permohonan Telkomsel untuk melanjutkan usahanya, dalam putusan pailit.

Permohonan Telkomsel itu disampaikan melalui tim kurator kepada Sutanto. Sutanto melihat tidak ada alasan secara hukum untuk menolak permohonan tersebut. “Berdasarkan Undang-undang kepailitan, termohon pailit boleh melanjutkan usahanya,” kata Sutanto.

Selain itu, ia juga menjelaskan dengan aktivitas bisnis yang akan tetap dijalankan Telkomsel dipandang tidak akan menyebabkan jumlah harta pailit berkurang, karena menderita kerugian. Pasalnya, Sutanto melihat Telkomsel merupakan perusahaan yang dalam kondisi keuangan yang sehat.

Namun, Sutanto menegaskan kalau seluruh aktivitas bisnis yang akan dijalankan oleh Telkomsel harus di bawah pengawasan tim kurator yang digawangi oleh Feri S Samad, Edino Girsang, dan M Sadikin. Karena sesuai dengan Undang-undang kepailitan kurator merupakan pihak yang berhak mengurusi harta dan kewajiban termohon pailit.

Atas putusan itu, kuasa hukum Telkomsel, Ricardo Simanjuntak mengaku lega. Dengan dikabulkannya permohonan tersebut, Telkomsel bisa tetap menjalankan bisnisnya tanpa terganggu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Keputusan ini membuat kami bisa melakukan perjanjian bisnis kembali,” kata Ricardo. Ia juga mengaku tidak keberatan dengan keharusan melaporkan aktivitas bisnis kliennya kepada kurator.

Adapun dalam rapat kreditur perdana tersebut dihadiri oleh 39 pihak yang mengaku sebagai kreditur Telkomsel. Namun, dari kreditur-kreditur tersebut tidak terdapat nama PT Extenct Media Indonesia. Extenct merupakan pihak yang disebutkan sebagai kreditur lain dalam perkara pailit Telkomsel.

Bahkan, karena keberadaan perusahaan inilah, majelis hakim pada saat itu mengabulkan permohonan pailit PT Prima Jaya Informatika terhadap Telkomsel.  Menurut Prima Jaya, Telkomsel memiliki kewajiban sebesar Rp 40 miliar kepada Extenct. (KONTAN/Asep Munazat)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kompensasi Korban Kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines

AS Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kompensasi Korban Kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines

Whats New
Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Spend Smart
Anggaran di Kabupaten Habis untuk Administrasi dan Birokrasi

Anggaran di Kabupaten Habis untuk Administrasi dan Birokrasi

Whats New
Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Nasib Garuda: Utang Urung Dibayar, Bunga Terus Menggunung

Nasib Garuda: Utang Urung Dibayar, Bunga Terus Menggunung

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

Whats New
Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Whats New
Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Whats New
Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X