Kompas.com - 21/01/2013, 10:44 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) tengah mematangkan panduan pelaksanaan kantor bank tanpa cabang atau branchless banking. Ini merupakan payung hukum lanjutan program finansial inklusif. Nantinya, bank boleh memiliki agen, seperti lembaga mikro atau warung kelontong, sebagai kepanjangan tangan bank. Bahkan, nomor telepon genggam pun bisa sebagai rekening.

Regulator berencana menerbitkan beleid tersebut Maret 2013. Setelah aturan keluar, BI akan mengundang bank melakukan pilot project. Evaluasi atas percobaan ini dilaksanakan Desember 2013, guna menyempurnakan aturan.

BI berharap, kebijakan ini mampu meningkatkan penetrasi perbankan di Indonesia dan menekan biaya operasional. "Syaratnya branchless banking harus menjangkau masyarakat di daerah pelosok," ujar Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Pungky Purnomo Wibowo, Kamis (17/1/2013).

Dalam pelaksanaan branchless banking, BI akan melonggarkan prasyarat know your costumer (KYC), dari 10 persyaratan menjadi 5 syarat. Contohnya, bank hanya perlu meminta nama lengkap dan alias, alamat rumah dan tempat tinggal lain bila tidak memiliki kartu identitas.

Selain itu, yang paling terpenting, BI juga akan menjadikan nomor telepon genggam sebagai rekening. Pungky belum bersedia mengungkap rencana ini lebih detail, hingga konsep penggunaan nomor identitas tunggal (single identification number) berjalan.

"Pokoknya, transaksi simpel, seperti remitansi diperbolehkan tanpa account tetapi transaksi yang bersifat kompleks wajib menggunakan bank account," katanya.

Branchless banking merupakan salah satu terobosan dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang tidak tersentuh layanan perbankan. Bagi bank, penetrasi ke daerah pelosok menaikkan beban operasional. BI mencatat dari 240 juta jumlah penduduk, hanya 60 juta yang menggunakan layanan perbankan.

Saat ini, baru Bank Sinar Harapan Bali yang sudah terapkan konsep branchless banking. Anak usaha Bank Mandiri ini menggandeng perusahaan telekomunikasi, AXIS. Namun, program ini hanya menjangkau nasabah eksisting, sementara BI mengharapkan bank menjangkau masyarakat pelosok.

Selain mendorong dari sisi penawaran, BI juga akan mendorong sisi permintaan. Caranya, menggodok skema start-up kredit bagi wirausaha pemula. Skema ini akan melibatkan instansi teknis dan pihak lain untuk pembinaan, penjaminan dan proses eligibiitas agunan kredit. Contohnya, program sertifikasi tanah. "Skim ini akan kami terbitkan tahun ini juga. Intinya, dalam memberikan kredit bank hanya perlu meneliti finansial behavior calon nasabah melalui tabungan yang dimilikinya," ujar Pungky.

Suprajarto, Direktur Jaringan dan Layanan Bank Rakyat Indonesia mengatakan BRI  siap melakukan branchless banking dan telah mempersiapkan infrastruktur pendukung agen bank. "Yang perlu dipastikan, bagaimana aturan ini bisa memperkecil risiko yang mungkin muncul dan jalan tengah bila terjadi masalah di kemudian hari," ujarnya.  (Roy Franedya/Kontan)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.