Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNI Lembaga Penjamin Kontrak LNG Blok Mahakam

Kompas.com - 25/02/2013, 13:28 WIB
Evy Rachmawati

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank BNI ditunjuk sebagai trustee and paying agent (lembaga penjamin sekaligus agen pembayar) untuk kontrak penjualan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan elpiji (liquefied petroleum gas) di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Hal ini untuk mendorong keterlibatan perbankan nasional di bisnis hulu minyak dan gas bumi.  

Perjanjian Lembaga Penjamin dan Pembayaran (Trustee and Paying Agent Agreement (TPAA) tersebut ditandatangani Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Direktur Keuangan PT Pertamina Andri T Hidayat, Presiden Direktur Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust, dan Manager Senior Pemasaran Minyak dan Gas Bumi Inpex Corporation, Hiroshi Kato, Senin (25/2),di Jakarta.

Penandatanganan perjanjian itu disaksikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Rudi Rubiandini. Dengan penunjukkan tersebut, pembayaran dari penjualan kontrak-kontrak gas di blok Mahakam dibayarkan ke rekening penjual di BNI."Nilai estimasi hasil penjualangas itu sekitar18 miliar dollar AS untuk masa 10 tahun," kata Rudi.  

Dia menjelaskan, penandatanganan ini merupakan tonggak pemberdayaan perbankan nasional oleh industri hulu migas. BNI menjadi pionir bank pemerintah yang pertama memasuki bisnis jasa trustee and paying agent. Kepercayaan yang telah ditunjukkan Pertamina, Total E&P Indonesie, dan Inpex itu diharapkan diikuti kontraktor-kontraktor migas lain. "Perbankan nasional membuktikan kemampuannya. Jangan ada keraguan lagi," katanya.  

Sebelumnya, seluruh transaksi, khususnyaLNG selalu menggunakan bank asing.Ketika itu, paradigmanya, bank-bank nasional di Indonesia tidak mampu dan tidak mungkin menjadi trustee and paying agent. "Akhirnya, paradigma tersebut bisa berubah dengan penandatangan ini," katanya.  

SKK Migas berharap pencapaian tidak berhenti hanya sampai sebagai trustee and paying agent. Keterlibatan perbankan nasional harus optimal di bisnis hulu migas. Sepanjang bisa dikerjakan perbankan nasional, SKK Migasmeminta mereka diprioritaskan. "Lima sampai 10 tahun yang akan datang, perbankan nasional mesti bisa membiayai seluruhnya investasi di hulu migas," kata Rudi. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com