Saratoga Kebut Jalan Tol

Kompas.com - 02/05/2013, 03:05 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan sejauh 116 kilometer terus dikebut sejak konstruksi fisiknya dimulai Februari lalu dan diharapkan akan selesai dalam 28 bulan ke depan. Pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala sudah rampung 100 persen.

Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Sandiaga Salahuddin Uno kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (1/5), mengemukakan, perusahaan infrastruktur PT Lintas Marga Sedaya, anak perusahaan Saratoga, kini terus bekerja maraton untuk bisa merampungkan jalan tol ini dalam tempo 28 bulan. ”Diharapkan proyek ini sudah siap pada 2015,” ujar Sandiaga.

Sandiaga, ditemani Direktur Pengembangan Bisnis PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Michael Soeryadjaya, mengemukakan, proyek jalan tol ini senilai Rp 12 triliun dan Saratoga berkomitmen segera menyelesaikannya. ”Semua dana dikerahkan untuk proyek infrastruktur yang merupakan sebuah kebanggaan bagi Saratoga,” ujar Sandiaga.

Saratoga, ujar Sandiaga, kini berkonsentrasi pada tiga pilar usaha utama, yakni pada sektor sumber daya alam, infrastruktur, serta produk dan layanan konsumen. ”Kini total ada 15 perusahaan dengan sekitar 30.000 karyawan. Saratoga ini sifatnya bukan induk perusahaan (holding company), tetapi lebih perusahaan aktif investasi,” ujarnya.

Lintas Marga Sedaya yang membangun Jalan Tol Cikampek-Palimanan merupakan bagian dari sektor infrastruktur yang digarap Saratoga. Selain itu ada Tower Bersama yang memiliki 8.439 menara telekomunikasi, Medco Power yang menyediakan energi bersih, dan Tri Wahana Universal yang menggarap kilang minyak di Jawa Timur.

Adaro Energi dalam pertambangan batubara serta Interra Resources Limited yang bergerak dalam migas eksplorasi dan produksi merupakan usaha sumber daya alam. Saratoga juga mengembangkan Mitra Pinasthika Mustika dalam distribusi dan pembiayaan sepeda motor serta pelumas Federal untuk usaha produk dan pelayanan konsumen. Saratoga, yang didirikan Sandiaga dan Edwin Soeryadjaya pada 1997, juga masuk dalam sektor pertanian, yakni Provident Agro di perkebunan kelapa sawit dan Agro Maju Raya dalam minyak kelapa sawit.

”Mitra Pinasthika Mustika akan segera menjual saham perdana (IPO/initial public offering) pada Mei mendatang. Kami melepaskan 22,2 persen saham dengan harga Rp 1.500-Rp 2.000 per lembar dengan target menghimpun Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun,” ujar Sandiaga. Dana hasil IPO ini digunakan untuk pengembangan usaha.

Sejak 2012

Proyek pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat, merupakan bagian dari jaringan tol trans-Jawa. Berdasarkan catatan Kompas, dana pembangunan tol ini, antara lain, dibiayai sindikat 22 perbankan dan keuangan yang memasok Rp 8,8 triliun bagi PT Lintas Marga Sedaya yang disebut sebagai perusahaan patungan Indonesia- Malaysia. Kesepakatan soal dana ini dicapai September 2012.

Disebutkan, dalam sindikasi itu, Bank Central Asia (BCA) dan Bank DKI menjadi kreditor terbesar sehingga menjadi pemimpin sindikasi tersebut. BCA mengucurkan Rp 3,3 triliun, sementara Bank DKI mengucurkan Rp 2,06 triliun.

”Pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi kendala kini sudah rampung 100 persen. Kini semua dana dan tenaga dikerjakan untuk mengebut jalan tol ini,” ujar Sandiaga. Dia memperkirakan investasi jalan tol ini baru kembali dalam 20 tahun.

Saat penandatanganan sindikasi 22 perbankan dan lembaga keuangan dilaporkan, penyelesaian pembebasan lahan sudah 98 persen di seputar Palimanan, Cirebon. ”Semuanya sudah selesai. Justru hambatan datang dari sejumlah politisi yang meminta ganti rugi hingga lima kali lipat dari harga pasar yang ada,” ujar Sandiaga.

Menurut Chaeruddin Syah Nasution, anggota Badan Pengawas Jalan Tol, saat ini ada 25 jalan tol menunggu pembiayaan. ”Secara ekonomi, semua jalan tol layak untuk dibangun. Namun, secara finansial, tidak semua layak. Jadi, kita akan memprioritaskan jalan tol yang layak ekonomi ataupun finansial,” tutur Chaeruddin. (ppg)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee PayLater Sebelum Jatuh Tempo di ATM hingga Alfamart

Cara Bayar Shopee PayLater Sebelum Jatuh Tempo di ATM hingga Alfamart

Spend Smart
Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

Whats New
Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

Whats New
Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

Whats New
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

Whats New
Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

Earn Smart
Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

Whats New
IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

Whats New
Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

Whats New
Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Whats New
Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Whats New
Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.