Kompas.com - 30/05/2013, 13:29 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah dalam sepekan ini terus melemah. Ada berbagai sebab yang mengakibatkan pelemahan rupiah tersebut. Apa saja? Analis Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah belum banyak berubah dari posisi sepekan ini dan terus mengalami pelemahan.

"Nilai tukar rupiah melemah seiring kembali meningkatnya nilai tukar Yen Jepang seiring dengan komentar Gubernur Bank of Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda bahwa kestabilan sistem keuangan sangat diperlukan, terutama dengan rencana pemerintah memberikan stimulusnya," kata Reza di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Reza menambahkan, kenaikan rupiah ini juga terkait dengan rilis berita pemangkasan outlook ekonomi China sehingga terefleksi pada pelemahan Yuan yang berimbas pada sejumlah mata uang di Asia Pasifik, termasuk rupiah.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah terus mengalami pelemahan sejak akhir pekan lalu yang diperdagangkan di level Rp 9.772 per dollar AS. Di awal pekan ini, Senin (27/5/2013), rupiah juga melemah kembali ke 9.792 per dollar AS.

Hari ini, Kamis (30/5/2013), rupiah kembali melemah tipis menjadi Rp 9.811 per dollar AS, dibanding Rabu (29/5/2013) yang masih bertengger di level Rp 9.810 per dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ternyata Indonesia Punya 'Saham' di IMF, Berapa Persen?

    Ternyata Indonesia Punya "Saham" di IMF, Berapa Persen?

    Whats New
    Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

    Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

    Whats New
    MLFF Bakal Gantikan E-Toll,  Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

    MLFF Bakal Gantikan E-Toll, Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

    Whats New
    Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

    Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

    Whats New
    Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

    Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

    Spend Smart
    Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

    Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

    Whats New
    Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

    Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

    Whats New
    Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

    Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

    Whats New
    Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

    Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

    Work Smart
    Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

    Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

    Whats New
    Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

    Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

    Whats New
    Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

    Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

    Whats New
    Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

    Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

    Whats New
    Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

    Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

    Spend Smart
    Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

    Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.