Kompas.com - 04/06/2013, 16:02 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga 2013, PT PLN (Persero) memiliki utang Rp 210 triliun. Dengan angka utang sebesar itu, pemerintah meminta margin keuntungan sebesar 7 persen.

"Utang PLN Rp 210 triliun, akan goncang negara kalau margin angka 7 persen tidak disetujui," ujar Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (4/6/2013).

Jero Wacik pun meminta DPR menyetujui margin keuntungan sebesar 7 persen diberikan kepada PLN. Margin tersebut adalah angka minimal untuk kelistrikan di APBN-Perubahan 2013.

"Saya dengan kerendahan hati mohon agar disetujui, karena akan menyangkut hal-hal lain berikutnya. Akan memersulit pemerintahan kita dalam menggerakkan roda kelistrikan," jelas Jero Wacik.

Jero menjelaskan, jika margin keuntungan PLN di bawah 7 persen, akan ada konsekuensi besar bagi PLN menyangkut depth service coverage ratio (distribusi kelistrikan).

Selain itu, jika margin tidak menyampai 7 persen, maka utang PLN dimasukkan ke skema APBN-Perubahan 2013, sehingga pemerintah yang harus membayar utang.

"Kalau default, semua utang harus dibayar oleh pemerintah. Utang masih cukup besar, kami coba berapa margin yang dibolehkan minimum," tutur Jero Wacik. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X