Volatilitas Saham dan Rupiah Masih Terjadi

Kompas.com - 10/06/2013, 02:58 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pergerakan yang tidak menentu diperkirakan masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pekan kedua Juni ini. Sentimen yang sama pun akan memengaruhi gerak langkah nilai tukar rupiah di tengah tekanan jual investor asing di pasar saham dan obligasi.

Di pasar modal, pada perdagangan Jumat (7/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 135.90 poin atau sekitar 2,72 persen ke tingkat 4.865,32 dengan jumlah transaksi sebanyak 9,2 juta lot atau setara dengan Rp 7,7 triliun. Investor asing melepas saham-saham mereka dengan catatan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 1,763 triliun. Total pembelian bersih mereka di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun menjadi Rp 14,03 triliun.

Di pasar uang, rupiah, dengan penjagaan ketat Bank Indonesia (BI), mampu menguat tipis pada akhir pekan. Menurut kurs referensi BI, rupiah berada di tingkat Rp 9.790 per dollar AS. Rupiah menguat 21 poin dari posisi per tanggal 3 Juni 2013 di tingkat Rp 9.811. Menurut kurs tengah Bloomberg, rupiah ada di tingkat Rp 9.805 per dollar AS. Itu berarti rupiah sepekan kemarin melemah 0,7 persen atau turun 1,7 persen sejak awal tahun ini.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, di Jakarta, Minggu (9/6), menyatakan, IHSG mengalami pekan terburuk sejak September 2011 pekan lalu. Secara mingguan, IHSG melemah 4 persen. Namun, secara tahunan IHSG masih menguat sekitar 12,7 persen. Itu berarti IHSG masih mencatat kinerja terbaik keempat secara global di bawah kinerja bursa saham Jepang, Amerika Serikat, dan Filipina.

Destry menyatakan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) 10 tahun naik menjadi 6,3 persen. Kenaikannya 27,7 basis poin pekan ini dan bulan ini atau 106,8 basis poin sejak awal tahun ini. Sejak awal bulan ini, posisi dana investor asing di SUN keluar Rp 2,9 triliun. Meski demikian, investor asing tercatat masih memasukkan dananya di SUN sejak awal tahun senilai Rp 29,5 triliun. Mereka menguasai sekitar 33,4 persen atau Rp 300,05 triliun dari total SUN.

Aksi jual investasi

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menyatakan, hampir dua pekan terakhir investor asing melakukan aksi jual investasi. Meski demikian, tekanan jual tidak hanya melanda saham unggulan, tetapi dapat dilihat juga terjadi pada saham lapis kedua dan ketiga. ”Dari eksternal, kekhawatiran akan penghentian stimulus masih menjadi fokus investor global. Kamis pekan lalu, ECB (Bank Sentral Eropa) tidak mengumumkan adanya tambahan stimulus sehingga membuat bursa Eropa koreksi lebih dari 1 persen,” kata Reza.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pada akhir pekan kemarin, indeks saham di Wall Street melonjak dengan rata-rata lebih dari 1 persen menyusul bertambahnya tenaga kerja baru pada Mei. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 175.000 tenaga kerja sepanjang Mei 2013. Angka ini lebih baik dari perkiraan dan juga bulan sebelumnya.

Reza memperkirakan, IHSG pekan ini berada di rentang dukungan 4.737-4.812 dan resisten 4.992-5.115. Posisi IHSG dinyatakan masih di posisi kurang nyaman. Pelaku pasar pun kemungkinan panik sehingga apabila tidak adanya sentimen positif di pekan depan akan membuat koreksi berlanjut.

Namun, diharapkan laju koreksi ini dapat tertahan mengingat posisi IHSG sudah jenuh jual sehingga ada kemungkinan juga berbalik arah menguat. Saham-saham di sektor industri dasar, konsumer, keuangan, dan manufaktur menentukan pergerakan IHSG pekan ini. (BEN)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Rilis
BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

Whats New
Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaan Ivermectin Harus Gunakan Resep Dokter

Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaan Ivermectin Harus Gunakan Resep Dokter

Whats New
CPNS 2021, Ini 34 Formasi Tenaga Kesehatan yang Wajib Pakai STR

CPNS 2021, Ini 34 Formasi Tenaga Kesehatan yang Wajib Pakai STR

Whats New
BPK Temukan 6 Masalah Program PEN, Dana Rp 1,69 Triliun Tak Sesuai Ketentuan

BPK Temukan 6 Masalah Program PEN, Dana Rp 1,69 Triliun Tak Sesuai Ketentuan

Whats New
Minat Jadi Dropshipper? Persiapkan 5 Hal Ini

Minat Jadi Dropshipper? Persiapkan 5 Hal Ini

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Bisakah Kita Memahami Penderitaan Korban Pelecehan Seksual?

[KURASI KOMPASIANA] Bisakah Kita Memahami Penderitaan Korban Pelecehan Seksual?

Rilis
Gandeng Hartadinata, Antam Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro

Gandeng Hartadinata, Antam Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro

Whats New
Terus Tumbuh, Uang Beredar Hampir Tembus Rp 7.000 Triliun

Terus Tumbuh, Uang Beredar Hampir Tembus Rp 7.000 Triliun

Whats New
Peserta Tapera Bakal Diperluas hingga Pegawai Swasta

Peserta Tapera Bakal Diperluas hingga Pegawai Swasta

Whats New
Teten Masduki: Izin Edar Produk Pangan Didominasi Pelaku Usaha Menengah dan Besar

Teten Masduki: Izin Edar Produk Pangan Didominasi Pelaku Usaha Menengah dan Besar

Whats New
Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace, Kemendag Perketat Pengawasan

Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace, Kemendag Perketat Pengawasan

Rilis
BPKP Temukan 40 Persen Belanja Pemda Tak Ada Manfaatnya

BPKP Temukan 40 Persen Belanja Pemda Tak Ada Manfaatnya

Whats New
UMR adalah Upah Minimum Regional, Apa Bedanya dengan UMP dan UMK?

UMR adalah Upah Minimum Regional, Apa Bedanya dengan UMP dan UMK?

Whats New
Menperin Imbau Pelaku Industri Terapkan Prokes Ketat dalam Kegiatan Produksi

Menperin Imbau Pelaku Industri Terapkan Prokes Ketat dalam Kegiatan Produksi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X