Kompas.com - 19/06/2013, 15:08 WIB
Pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang bakal menggantikan Bandara Polonia di Medan, kini sudah hampir rampung, Selasa (9/4/2013). Bandara berkapasitas 8,1 juta penumpang itu terhubung dengan jalur akses kereta api untuk mendukung konektivitas transportasi. Total anggaran pembangunan bandara yang terserap hingga Januari 2013 mencapai Rp 4,6 triliun. KOMPAS/BM LUKITA GRAHADYARINIPembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang bakal menggantikan Bandara Polonia di Medan, kini sudah hampir rampung, Selasa (9/4/2013). Bandara berkapasitas 8,1 juta penumpang itu terhubung dengan jalur akses kereta api untuk mendukung konektivitas transportasi. Total anggaran pembangunan bandara yang terserap hingga Januari 2013 mencapai Rp 4,6 triliun.
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Kabupaten Deli Serdang di kawasan Bandar Udara Kualanamu meminta agar pengoperasian bandara yang dijadwalkan tanggal 25 Juli 2013 dapat direalisasikan tepat waktu.  Bandara itu, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarajat sekitar. 

Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Camat, Kepala Desa, LSM, Tokoh Masyarakat hingga Tokoh Pemuda wilayah Kecamatan Pantai Labu, Beringin, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, serta Batang Kuis, Rabu (19/6/2013) menghadiri sosialisasi bandara di dalam bangunan terminal. 

"Masyarakat menginginkan bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan Indonesia ini cepat dioperasikan,” kata Direktur Operasi PT Angkasa Pura II Endang A Sumiarsa, Rabu (19/6/2013) dalam surat elektroniknya.  

Seluruh masyarakat di sekitar Bandara Kualanamu, kata Endang, mendukung pengoperasian bandara berkapasitas 8,1 juta penumpang per tahun tersebut. Selain menjadi kebanggaan, bandara pengganti Bandara Polonia ini dipastikan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, serta Sumatera Utara secara luas.                

Selain dukungan, sejumlah peserta lain juga meminta agar Angkasa Pura II dapat menyerap banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitar bandara. Termasuk pula meningkatkan kekhasan budaya daerah ke dalam arsitektur bandara, salah satunya adalah mengganti pohon Kelapa Sawit dengan Pohon Pinang yang menjadi ciri khas Melayu. Pohon Pinang yang kaya manfaat dinilai lebih mewakili keramahan lingkungan dibandingkan Sawit.

"Bandara ini dekat dengan pantai. Pohon Pinang bisa berfungsi sebagai pemecah angin dan mulai buah hingga daunnya kaya akan manfaat," ujar salah seorang perwakilan tokoh pemuda.

Terkait penyediaan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja lokal, Endang Sumiarsa menegaskan bahwa Angkasa Pura II selalu siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah baik di tingkat Provinsi, Kabupaten, hingga tingkat Kecamatan dan Desa untuk menciptakan tenaga kerja yang andal dan sesuai kebutuhan operasional bandara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita bisa didik anak-anak kita melalui balai-balai latihan kerja dan sebagainya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasi. Hal itu mengingat tidak seperti bidang pekerjaan lain yang lebih umum, pekerja di bandara harus memiliki keahlian yang lebih khusus. Karena bandara ini adalah bidang usaha yang sangat sarat dengan aturan dan regulasi," ujar Endang. 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X