Hatta Geram dengan Kementerian yang Hambat Impor

Kompas.com - 08/07/2013, 17:09 WIB
Pedagang terlelap menunggu daging sapi dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2013).
KOMPAS/PRIYOMBODOPedagang terlelap menunggu daging sapi dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengaku geram terhadap kinerja kementerian di bawahnya yang lelet mengantisipasi harga kebutuhan pokok yang melonjak. Bila sudah diputuskan untuk impor, maka kementerian terkait agar segera melakukan impor.

Hatta mengaku harga tiga komoditas, yaitu daging sapi, daging ayam, dan cabai, telah naik lebih dari 5 persen pada pekan ini. Dengan demikian, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor dalam menstabilkan harga.

"Itu sudah tiga bulan yang lalu saya bilang, tambah stok tambah stok. Kok masih lelet juga," kata Hatta saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Hatta menginginkan agar kementerian yang ditunjuk segera merealisasikan impornya dan tidak menunda-nunda langkah tersebut. Sebab, dengan penundaan impor tersebut, stok produk di pasar Tanah Air menjadi berkurang sehingga harga produk seperti daging ayam dan daging sapi melonjak.

Hatta mengklaim bahwa stok pangan menjelang puasa dan Lebaran masih aman. Namun, dia mengakui bahwa masih ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan karena keterbatasan suplai barang di pasar.

"Ini memang kita kendalikan dengan cara mempercepat suplai bagi keperluan stok dalam negerinya tidak cukup. Kita akan impor supaya tidak ada inflasi," jelasnya.

Pekan lalu, harga daging ayam melonjak berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 34.400 per kg. Untuk harga cabai merah keriting, terendah di Yogyakarta seharga Rp 21.000 per kg dan tertinggi di Bandung seharga Rp 34.600 per kg.

Untuk cabai merah biasa, terendah di Denpasar seharga Rp 18.000 per kg dan tertinggi di Bandung seharga Rp 59.400 per kg, serta cabai rawit merah terendah di Denpasar seharga Rp 35.000 per kg, dan tertinggi di Bandung seharga Rp 59.400 per kg.

Sementara untuk kondisi daging sapi, stok yang ada saat ini mencapai 141.862 ekor yang terdiri dari 110.362 ekor sapi impor dan 31.500 ekor sapi lokal. Jumlah tersebut apabila disetarakan daging mencapai 16,65 ribu ton. Namun di pasar, harga daging sapi mencapai di atas Rp 90.000 per kg.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X