Dipertanyakan, Alasan "Unbundling" untuk Pembatalan Pipanisasi Gas PGN

Kompas.com - 18/10/2013, 06:59 WIB
Jaringan pipa gas. Perusahaan Gas Negara (PGN)Jaringan pipa gas.
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia mempertanyakan pembatalan sejumlah proyek pembangunan pipa oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). Salah satu proyek yang batal itu berada di Semarang, Jawa Tengah.

“Ini ada itidak tidak baik yang dilakukan PGN. Alasan PGN tidak rasional,” kata Wakil Ketua Tetap Bidang Hukum dan Advokasi Kadin Indonesia Rudi Siregar di Jakarta, dalam siaran pers-nya, Jumat (18/10/2013). Alasan pemberlakuan open acces gas untuk pembatalan pengerjaan pipanisasi di Semarang, menurut dia terlalu dicari-cari.

Menurut Rudi, seharusnya PGN dari awal sudah mengetahui bahwa open access akan diberlakukan dan memperhitungkannya dalam proyeksi awal. "Kalau sekarang PGN membatalkan proyek tersebut dengan alasan adanya unbundling penggunaan pipa, maka PGN sebenarnya sudah sejak awal memiliki itikad buruk untuk melanggar Permen (ESDM) Nomor 19 tahun 2009," kecam dia. Peraturan itu mengatur tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa.

Pengamat migas Kurtubi menyatakan, dia sudah lama menduga terjadi penyimpangan praktik bisnis di PGN. Kurtubi pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi bisa bertindak aktif menyelidiki potensi praktik korupsi yang terjadi PT PGN Tbk.

“Saya menilai di PGN sudah lama terjadi penyimpangan, antara lain PGN  bertindak sebagai trader dalam menyalurkan gas,” kata Kurtubi. Mengenai Komite Audit PT PGN yang saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan percaloan yang diduga melibatkan Direktur Utama Hendi Prio Santoso dengan diketahui Menteri ESDM Jero Wacik, Kurtubi menyerahkan proses yang sedang berjalan tersebut kepada Komite Audit PGN.  

Hanya saja, imbuh dia, Komite Audit perlu mendalami informasi yang menyebutkan adik kandung Hendi Prio turut menjadi makelar dalam berbagai proyek bisnis gas yang melibatkan PGN dan Kementerian ESDM.  

Kepala Humas PGN Ridha Ababil menegaskan, tidak ada petugas atau pejabat PGN yang menjadi trader atau calo gas. “Kalau ada, tolong lapor ke kami atau pihak berwajib. Kami ingin nama baik PT PGN tetap baik dan negara tidak dirugikan,” tegas Ridha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara terkait kasus yang menyeret Dirut PGN, Ridha mengatakan perkara itu merupakan kasus lama. Dia pun mengatakan pelapor dalam kasus itu sudah diberhentikan dengan dasar pencemaran nama baik. Bila KPK akan mendalami perkara tersebut, dia mempersilakannya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pipanisasi gas di Semarang dibatalkan karena penerapan pemisahan antara bisnis transportasi dan niaga, alias unbundling. Seperti dikutip dari tribunnews.com, Selasa (8/10/2013), Ridha mengatakan ada beberapa risiko yang dipertimbangkan PGN dari penerapan unbundling sehingga ada keputusan pembatalan proyek itu.

Salah satu risiko itu, sebut Ridha, adalah pembatasan perusahaan untuk dapat melakukan investasi baru. "Pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi, akan sulit dilakukan dengan skema unbundling," ujar dia. Contoh yang dia rujuk adalah pembangunan jaringan pipa oleh PGN untuk transmisi Sumatera Tengah pada 2002.

Ridha menuturkan, pembangunan jaringan pipa jalur Grissik-Duri dan Grissik Singapura itu memang melahirkan PT Transportasi Gas Indonesia. Namun, ujar dia, hingga kini PT TGI tetap kesulitan untuk dapat membangun infrastruktur baru.

Menurut Ridha, belum ada perusahaan transportasi yang punya cukup kemampuan untuk membangun infrastruktur tanpa dukungan kegiatan niaga. Bila pembangunan dilakukan dengan konsep bundling, ujar dia, subsidi silang masih dapat diterapkan.

(Adiatmaputra Fajar/Reza Gunadha)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Whats New
[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

Whats New
Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Whats New
Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Whats New
Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Whats New
Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X