Khawatir Ada PHK, Menperin Beri Insentif Industri

Kompas.com - 01/11/2013, 19:41 WIB
Ilustrasi demo buruh ummi hadyah saleh Ilustrasi demo buruh
Penulis Sandro Gatra
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku khawatir jika pihak industri tidak sepakat dengan penetapan kenaikan upah minimal provinsi (UMP) 2014. Untuk mencegah pemutusan hubungan kerja, pihaknya akan memberikan insentif kepada industri.

"Yang saya jaga adalah bila industri tidak sepakat dengan kenaikan UMP lalu melakukan PHK. Makanya saya sekarang menerbitkan aturan memberikan insentif kepada industri untuk mendorong cash flow tetap positif untuk membayar karyawannya supaya tidak PHK," kata Hidayat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat ( 1/11/2013 ).

Hidayat memperkirakan tidak akan ada masalah dengan penetapan UMP 2014 di DKI Jakarta sebesar Rp 2.441.301 ,74. Menurutnya, besaran itu masih realistis.

Namun, dia mengkritik sikap buruh yang tidak menggunakan forum bipartit untuk memperjuangkan kenaikan UMP. Padahal, forum tersebut merupakan tempat yang paling efektif membicarakan UMP.

Seperti diberitakan, penetapan UMP selalu menjadi masalah setiap tahun. Para buruh di berbagai daerah menuntut kenaikan UMP dengan turun ke jalan dan mogok kerja. Tak jarang berakhir dengan bentrokan.

Sebaliknya, kalangan pengusaha mengeluhkan tingginya angka UMP yang diminta buruh. Tuntutan upah tinggi ditambah aksi demo hingga mogok kerja dikhawatirkan akan mengganggu investasi di Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X