Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Bisnis Waralaba? Ada 250 Merek Ikut Pameran Franchise di Kemayoran

Kompas.com - 10/05/2024, 19:44 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran industri waralaba dan lisensi yakni Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) kembali diselenggarakan di 2024. FLEI edisi ke-22 ini setidaknya diikuti oleh 250 merek atau brand dalam dan luar negeri.

Adapun FLEI 2024 diselenggarakan sepanjang 10-12 Mei 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.

Terdapat banyak jenis brand makanan, minuman, laundry, mini market, toko buku hingga barber yang memberikan penawaran waralaba dengan beragam nilai investasi dan keuntungan.

Baca juga: Kisah Mantan OB dengan 1.000 Gerai Waralaba

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, bisnis waralaba Indonesia saat ini semakin diminati baik oleh pelaku usaha dalam maupun luar negeri. Saat ini pun muncul banyak bisnis waralaba baru seiring tingginya permintaan.

"Jadi bukan hanya waralaba asing saja yang masuk ke wilayah Indonesia, tapi waralaba Indonesia juga sampai ke mancanegara," ujarnya dalam pembukaan FLEI 2024 di JIExpo Kemayoran, Jumat (10/5/2024).

Maka dari itu, WALI bersama pemerintah berupaya untuk membuat bisnis waralaba Indonesia semakin berkualitas dan dapat diperhitungkan oleh dunia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyelenggarakan pameran waralaba, FLEI.

Melalui penyelengaraan FLEI ini diharapkan semakin memperkenalkan bisnis waralaba secara luas kepada para pelaku usaha, terutama calon pelaku usaha alias yang baru ingin memulai bisnis.

"Jadi sejalan dengan yang ditargetkan pemerintah, mau meningkatkan entrepreneur di Indonesia yang sampai saat ini masih rendah sekali," kata dia.

Adapun Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat saat ini terdapat 145 waralaba lokal dan 141 waralaba asing yang sudah terdaftar di pemerintah.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan, waralaba merupakan salah satu solusi untuk memulai bisnis yang aman bagi para pemula. Namun, tetap perlu memperhatikan dua hal yakni legal dan logis.

"Kemendag menghimbau kepada para calon pelaku usaha agar memahami bahwa sebelum memutuskan berbisnis atau berinvestasi itu menggunakan prinsip 2L yaitu legal dan logis," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Dalam hal ini, legal yang dimaksud adalah memastikan bahwa waralaba tersebut sudah terdaftar di Kemendag. Hal itu ditandai dengan kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) oleh waralaba tersebut.

Kemudian terkait logis, yakni harus memikirkan secara matang untung-rugi dari bisnis waralaba tersebut, tidak termakan dengan janji-janji yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Hindari untuk mengirimkan uang secara terburu-buru tanpa adanya perhitungan yang matang.

"Ini agar tidak terjebak pada investasi bodong. Karena saat ini banyak ditemukan praktek-praktek penipuan yang berkedok bisnis, melakukan pengumpulan dana masyarakat untuk mendapatkan beruntungan secara sepihak," tutupnya.

Baca juga: Ini Dua Bisnis Baru yang Disasar Emiten Waralaba Kebab RAFI

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Whats New
Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Whats New
Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

Whats New
Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Spend Smart
Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com