BPK: Pertamina secara Korporasi Masih Untung

Kompas.com - 07/01/2014, 11:38 WIB
Ilustrasi KOMPAS/YULVIANUS HARJONOIlustrasi
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Alasan utama PT Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kilogram karena bisnis tersebut mengalami kerugian. Namun, secara korporasi, BUMN migas tersebut masih bisa mendapatkan untung dari bisnisnya yang lain.

"Hanya, Pertamina kan banyak unit usahanya, salah satu unit usahanya adalah gas," kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo, Selasa (7/1/2014).

Hadi menyebutkan, dalam unit usaha gas tersebut, Pertamina memang mengalami kerugian dengan nilai mencapai Rp 7,7 triliun. "Gas ini memang dijual di bawah harga pokok sehingga ada potensi kerugian. Hanya, secara keseluruhan, Pertamina tetap untung," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga elpiji 12 kilogram dinaikkan sebesar Rp 12.000 per tabung. Kenaikan itu direvisi dari sebelumnya sebesar Rp 42.000 per tabung. 

Hal itu karena harga bahan baku elpiji di pasaran sudah mencapai Rp 10.700 per kilogram. Beban Pertamina semakin bertambah saat kurs dollar semakin menekan nilai tukar rupiah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X