Kompas.com - 11/01/2014, 10:36 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

”Awalnya banyak orang memandang sebelah mata. Tetapi sekarang mulai banyak yang mengembangkan produk serupa di daerah Depok. Selain itu, ibu-ibu di sekitar rumah saya juga mulai banyak yang membudidayakan lidah buaya, saya siap membeli lidah buaya mereka dengan catatan budidayanya tidak menggunakan bahan kimia,” ujar Tanti yang juga bergabung dalam komunitas organik Indonesia.

Total ada 22 perempuan yang bergabung dalam kelompok yang dinamai Bina Avera. Dari memulai dengan 10 kilogram lidah buaya, Tanti dan empat orang tenaga kerjanya kini setiap bulan mengolah 800 kilogram lidah buaya untuk dijadikan berbagai jenis produk.

Tanti ingin menyampaikan bahwa pekarangan rumah pun dapat menghasilkan uang. Kalaupun seluruh lahan sudah tertutup dengan beton, lidah buaya dapat ditanam di polybag. Dengan menjual pelepah lidah buaya, mereka mendapat Rp 7.500 per kilogram. Tidak sekadar menjual mentah, Tanti juga mengajari kelompok yang dibinanya dengan cara mengolah lidah buaya sehingga mendapat nilai tambah yang jauh lebih tinggi ketimbang menjual mentah.

Saat ini, Tanti telah memasarkan produknya ke sebuah hipermarket, rumah-rumah sehat, pesantren, dan pelanggan di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi yang lebih banyak memesan secara online. Promosi, kata dia, lebih banyak berhasil dari mulut ke mulut. Karena itu, pelayanan dan kualitas yang baik harus tetap dipertahankan.

Tidak hanya memproduksi olahan lidah buaya, Tanti juga membuka kebun lidah buayanya di Cilodong, Depok, seluas 2.000 meter persegi, menjadi kebun edukasi yang terbuka untuk siapa pun yang ingin berkunjung. Kebun itu diharapkan mampu membuka wawasan siapa pun, termasuk anak-anak, bahwa lidah buaya bukan sekadar tanaman hias, tetapi juga dapat dikonsumsi dan bahkan menghasilkan uang. (Amanda Putri N)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Whats New
Citi Indonesia: Kami Belum Berlakukan HAKI sebagai Jaminan Utang

Citi Indonesia: Kami Belum Berlakukan HAKI sebagai Jaminan Utang

Whats New
A.S. Watson Group Janji Buka 200.000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda Pada 2030

A.S. Watson Group Janji Buka 200.000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda Pada 2030

Whats New
Lowongan Kerja Angkasa Pura Solusi Integra untuk Lulusan SMA, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Angkasa Pura Solusi Integra untuk Lulusan SMA, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Whats New
Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Whats New
[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

Whats New
Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.