Ini 10 Saham Pilihan yang Layak Koleksi di Tahun Politik

Kompas.com - 20/01/2014, 10:02 WIB
EditorErlangga Djumena

9. PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG)
MARKET CAP Rp3,20 triliun
p/e ratio 10,69
ROE 18,1 persen
Sepanjang tahun 2013 lalu, emiten-emiten komoditas mengalami kelesuan kinerja. Pelambatan ekonomi global menyebabkan permintaan batu bara di dunia juga melambat sehingga harganya jatuh. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, sepanjang bulan Januari 2012 sampai September 2013, saham-saham di sektor pertambangan telah turun sebesar 80 persen.

Meski begitu, di tahun 2014, beberapa analis kami yakin harga batu bara sudah mulai rebound. Hal ini didukung oleh proyeksi beberapa pihak yang menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi China akan tumbuh di atas 7,8 persen sehingga permintaan batu bara untuk industrinya pun akan menggeliat.

Debby Handojo dan Satria Utomo sepakat, ekonomi China yang akan membaik di tahun ini dapat membuat saham ITMG pulih dan mencetak rebound. Satrio memprediksi, di 2014, ITMG bisa berada di rentang harga Rp 33.000- Rp 36.000.

Ishfan dan Alfred menyebut bahwa sepanjang tahun 2014, saham-saham di sektor komoditas masih akan tertekan. Kalaupun secara teknikal harganya akan naik, saham-saham tersebut masih belum memiliki cukup amunisi untuk rebound dan kembali menunjukkan taringnya. Sentimen perlambatan ekonomi global, masih tetap menekan saham batu bara.

Meski begitu, Satrio optimis bahwa pergerakan saham ITMG di tahun kuda emas ini akan naik dan menyentuh angka Rp 33.000- Rp 36.000.

10. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
MARKET CAP Rp1,02 triliun
p/e ratio 21,07
ROE 18,3 persen

ACES yang memegang lisensi merk ACE di Indonesia, juga diprediksi akan menunjukkan kinerja cemerlang. Pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, membuat ACE diuntungkan.

Kinerja ACES menunjukkan kinerja maksimal. Di kuartal tiga lalu, pendapatan ACES mencapai Rp 2,7 triliun. Akibat kenaikan penjualan ini, laba bersihnya pun terkerek ke Rp 313,437 miliar atau naik 12,5 persen year on year. Produk perbaikan rumah, masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan ACES sebesar Rp 1,73 triliun naik dari sebelumnya Rp 1,6 triliun. Sedangkan penyumbang pendapatan ACES lainnya adalah produk gaya hidup sebesar Rp 1,09 triliun dan produk permainan dan konsinyasi sebesar Rp 59,71 miliar dan Rp 33,37 miliar.

Ishfan menilai, ACES adalah salah satu perusahaan yang dikelola dengan baik dan fokus di satu bisnis, yaitu alat-alat rumah tangga. Naiknya pertumbuhan kelas menengah yang juga diimbangi dengan naiknya kebutuhan perumahan, membuat peluang mengkoleksi saham ACES menarik. Hanya saja, yang perlu diingat, pelemahan nilai tukar sedikit membebani gerak keuangan emiten ritel ini.

Meski begitu, di tahun depan, tambah Ishfan, ACES hanya fokus untuk menambah 10 gerainya. Angka yang menurut pandangan Ishfan sangat masuk akal, di tengah situasi ekonomi yang belum menentu. Selain itu, Ishfan juga menilai bahwa harga ACES di tahun ini yang bergerak di Rp 600-Rp 650 adalah harga diskon yang murah. Ishfan memprediksi harga ACES di Rp2 014 bisa menembus angka Rp 1.200. (Majalah Fortune Indonesia Edisi 80)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

Whats New
Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Earn Smart
Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Whats New
Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Whats New
10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

Whats New
Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Whats New
BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

Whats New
Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik 'Ribet', Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik "Ribet", Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Whats New
[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

Whats New
Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.