Tunjuk Yusril Jadi Penasihat Hukum, Asian Agri Akan Lakukan Upaya Hukum?

Kompas.com - 30/01/2014, 15:26 WIB
Yusril Ihza Mahendra. KOMPAS.com/MUZZAMMIL D MASSAYusril Ihza Mahendra.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Asian Agri Group (AAG) menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai penasihat hukumnya, dalam kasus pajak yang mendera konglomerasi milik Sukanto  Tano tersebut.

Sebagai penasehat hukum AAG,  Yusril mengatakan, Asian Agri sudah mematuhi putusan pengadilan dan menghormati jaksa agung sebagai eksekutor pengadilan.  Namun demikian, ia juga menyampaikan, Asian Agri sebagai pihak yang dikenakan hukuman denda tentu juga mempunyai hak untuk menempuh upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa.

"Kepastian hukum sudahm denda dibayar. Bagaimana dengan keadilan? Menurut hukum tidak dapat orang dihukum tanpa diadili. Oleh karena itu badan hukum berhal menempuh upaya hukum biasa  maupun luar biasa. Apa detilnya, kami bahas bersama," kata Yusril, di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Ia memisalkan hak peninjauan kembali (PK) tidak bisa dihalang-halangi pihak manapun karena dilindungi undang-undang. Kendati demikian, pihkanya belum memutuskan langkah apa yang akan diambil paska eksekusi Putusan Kasasi Mahkamah Agung No.2239K/PID.SUS/2012 tanggal 18 Desember 2012.

Pasalnya, menurut Yusril, putusan tersebut merupakan putusan hukum pidana dengan terpidana Suwir Laut, manajer perpajakan Asian Agri. Ia menambahkan, hinga hari ini Asian Agri tidak pernah diadili. Namun, faktanya Asian Agri dihukum denda yang juga disebutkan dalam putusan MA itu, sebesar Rp 2,5 triliun. Padahal, kata dia, prinsip dalam hukum adalah seseorang tidak dapat dihukum tanpa diadili.

"Kalau upaya hukum luar biasa PK itu kan diajukan pihak terpidana. Kalau misal besok Asian Agri mengajukan PK, nanti pengadilan bilang Anda kan bukan terpidana. Nah bagaimana nanti?" katanya.

Namun Yusril mengaku belum tahu kapan bakal menempuh upaya hukum atas nama Asian Agri. Yusril dan kantor hukumnya baru saja ditunjuk sebagai lawyer Asian Agri pada 27 Januari 2014. Beberapa lawyer lain juga mendampingi perusahaan milik Soekanto Tanoto itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.