Kompas.com - 03/02/2014, 13:59 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai perlu menjaga kestabilan sektor keuangan di tengah kondisi perekonomian global yang masih berada dalam guncangan dan situasi yang tidak menentu.

Kondisi ekonomi global, di samping kondisi ekonomi domestik berpengaruh terhadap stabilitas sektor keuangan Tanah Air. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad memandang apabila kondisi global memburuk, maka kualitas sektor keuangan Indonesia pun akan memperoleh imbas negatif. Ia mengakui peran OJK memang belum maksimal.

"Peran OJK memang belum sempurna dalam menjaga kestabilan sektor keuangan domestik. OJK memang baru dibentuk tahun 2011, namun kami akan senantiasa meningkatkan kualitas agar sektor keuangan di dalam negeri tetap terkendali," kata Muliaman di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (2/3/2014).

Muliaman menjelaskan OJK akan terus meningkatkan kapasitas kelembagaan sebagai regulator industri keuangan dalam negeri. Di samping itu, OJK juga akan meningkatkan dan mempererat koordinasi dan manajemen, terutama dengan pihak bank sentral yakni Bank Indonesia (BI). Ini supaya tidak ada pertentangan kebijakan yang diterbitkan dua lembaga tersebut.

Lebih lanjut, Muliaman mengungkapkan tahun 2014 ini OJK akan fokus menjadi lembaga keuangan yang memiliki kapabilitas, baik dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan maupun juga menjaga kepercayaan masyarakat selaku konsumen produk industri jasa keuangan.

"Isu tapering The Fed memang ada terus. Namun, OJK akan tetap waspada. Kami akan terus meningkatkan koordinasi," kata Muliaman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X