Ke Mana Arah The Fed Menyeret Ekonomi Dunia?

Kompas.com - 20/03/2014, 05:36 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Aliran dana yang selama resesi ekonomi Amerika bertebaran ke negara dengan ekonomi berkembang akan berbalik arah kembali ke negara asalnya. Nilai tukar mata uang lain pun terancam akan kembali melemah terhadap dollar AS, kecuali negara pemilik mata uang tersebut memiliki fundamental perekonomian yang sangat kuat. Neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang melibatkan lebih dari satu mata uang juga menjadi rentan berganti arah goyangan.

Sebagaimana dikutip dari AFP, pernyataan The Fed langsung mendorong lonjakan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang lain. Euro terpuruk ke level 1,3827 dollar AS dari sebelumnya 1,3932 dollar AS pada perdagangan Selasa. Yen pun melemah menjadi 102,32 per dollar AS dari sebelumnya 101,42 per dollar AS. Penguatan dollar AS juga terjadi pada poundsterling Inggris dan franc Swiss.

"Pesan The Fed untuk para investor sangat jelas," kata Kathy Lien, direktur di BK Asset Management, seperti dikutip AFP. "Hari ini, Janet Yellen mulai menetapkan ekspektasi pengetatan (moneter)," ujar dia.

"Fakta bahwa Janet Yellen berbicara tentang kenaikan suku bunga pada pertemuan pertamanya sebagai gubernur The Fed adalah bullish bagi dollar AS dan penyebutan perkiraan waktu yang spesifik membuat investor melihat target ke depan," imbuh Lien.

Situasi geopolitik di tengah terus memanasnya situasi di Ukraina juga menjadi faktor lain yang diperkirakan bakal memengaruhi perekonomian dunia. Keterkaitan Rusia dalam krisis tersebut merupakan faktor pendorongnya. Pada satu sisi, Uni Eropa dan Amerika Serikat adalah para pengguna energi terbesar dunia, sementara Rusia merupakan salah satu pemasok kakap energi.

Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, sinyal bakal ada tapering di Amerika Serikat yang kemudian benar-benar terlaksana adalah ibarat alarm pengingat. Harapannya, aliran dana yang mengalir kencang selama resesi Amerika bukan sekadar uang lewat dari para pemilik uang yang berharap tetap menangguk untung di tengah situasi sulit di negara asalnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.