Persaingan Ketat, Perbankan Indonesia Butuh Suntikan Rp 113 Triliun

Kompas.com - 14/04/2014, 14:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Aviliani memperkirakan, pada tahun 2015 mendatang industri perbankan akan membutuhkan tambahan permodalan sebesar Rp 113 triliun.

Ia mengatakan, langkah tersebut diperlukan guna menghadapi ketatnya persaingan dan mengurangi risiko. Selain itu, perlunya tambahan modal juga merupakan pengaruh dari beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan perbankan memperketat likuiditas.

"Untuk membiayai sektor perbankan dan mengimbangi kebijakan LDR (loan deposit ratio) sebesar 90 persen, hingga tahun 2015 saja kurang lebih perlu membutuhkan tambahan modal Rp 113 triliun untuk total industri perbankan di Indonesia," kata Aviliani pada Seminar "Masa Depan Keuangan Grup" di Jakarta, Senin (14/4/2014).

Lebih lanjut, Aviliani memandang tambahan permodalan tersebut sangat penting, karena industri pasar modal di Indonesia hanya memiliki kapasitas menyediakan dana tambahan modal sebesar Rp 30 triliun.

Apabila perbankan tak memperoleh tambahan permodalan, maka dapat dipastikan perbankan akan sulit berekspansi sehingga bisnisnya mandek. "Ke depan selain suku bunga yang saat ini masih tinggi. Itu perebutan dana masyarakat akan semakin ketat, semakin sulit," ujar Aviliani.

Aviliani memprediksi beberapa tahun mendatang industri perbankan akan semakin berkurang jumlahnya. Akan tetapi, jumlah industri keuangan non bank akan semakin bertambah.

"Tahun 2020 hingga 2030 bank akan semakin berkurang, tapi non bank akan semakin meningkat. Ini harus diantisipasi. Pendidikan mengenai lembaga keuangan non bank perlu diperluas di masyarakat, karena di pasar modal investor lokal masih kecil sekali," ungkap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X