Kemenhub: Pemudik Kurang Manfaatkan Angkutan Motor

Kompas.com - 06/05/2014, 20:06 WIB
Ribuan pemudik bermotor memadati Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/8/2011), saat menunggu giliran naik kapal feri yang akan membawa mereka menyeberang ke Bakaheuni, Lampung. | KOMPAS/IWAN SETIYAWAN KOMPAS/IWAN SETIYAWANRibuan pemudik bermotor memadati Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (27/8/2011), saat menunggu giliran naik kapal feri yang akan membawa mereka menyeberang ke Bakaheuni, Lampung. | KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Kementerian Perhubungan menyatakan tetap memberikan subsidi untuk angkutan Lebaran, baik angkutan laut, angkutan darat, dan kereta api.

“Angkanya saya tidak hapal, tapi jumlahnya tidak naik,” kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, di kantornya, Selasa (6/5/2014).

Bambang menuturkan, subsidi juga diberikan bagi angkutan sepeda motor. Tahun lalu, PT Kereta Api Indonesia menyediakan gerbong untuk mengangkut sepeda motor para pemudik. Namun diakui Bambang, evaluasi subsidi untuk sepeda motor tidak terlalu menggembirakan.

“Tahun lalu yang peminatnya kurang itu kereta api, karena sesungguhnya kereta api bisa kita optimalkan untuk angkutan penumpang,” ungkap Bambang.

Dia menjelaskan, jika kereta api dialihfungsikan sebagian untuk mengangkut barang seperti sepeda motor, maka akan mengurangi kapasitas kursi untuk penumpang. Oleh karena itu, menurutnya, sebaiknya dimaksimalkan untuk pengumpang saja.

“Apalagi grafik pergerakan kereta api kita baru. Dengan adanya jalur ganda lintas Jawa, kita harapkan bisa meningkatkan kapasitas,” katanya.

Informasi yang diperoleh Kompas.com di Kementerian Perhubungan, pembelian tiket untuk angkutan motor ini, akan dibuka dari tanggal 1 Juli 2014 hingga 16 Juli 2014.  Selain kereta api, angkutan motor juga akan dilakukan oleh kapal laut.

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), pada musim Lebaran tahun lalu, menyiapkan rangkaian gerbong khusus untuk mengangkut sepeda motor. Ada dua rangkaian yang akan melintasi dua trayek, yakni jalur Jawa lintas utara dan jalur Jawa lintas selatan.

Untuk lintas utara, rangkaian ini akan berangkat dari Stasiun Jakarta Gudang menuju Stasiun Semarang Poncol, berhenti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Tegal. Adapun untuk jalur lintas selatan, rangkaian kereta berangkat dari Stasiun Jakarta Gudang menuju Stasiun Solo Jebres, berhenti di Stasiun Kutoarjo dan Stasiun Yogyakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X