Soal Subsidi BBM, Ini yang Akan Dilakukan Jokowi di Tahun Pertamanya

Kompas.com - 12/06/2014, 18:55 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo, telah menyiapkan strategi yang komprehensif untuk mengatasi persoalan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Namun, apa langkah pertama yang akan dia lakukan di tahun pertamanya, jika terpilih menjadi Presiden RI?

Tim ekonomi, khususnya bidang energi, Darmawan Prasodjo mengatakan, Jokowi akan fokus pada mengurangi kebocoran-kebocoran akibat penyelundupan BBM ke luar negeri.

“Memang ada kebocoran penggunaan BBM karena adanya penyelundupan itu sebesar 15 persen, sekitar Rp 42 triliun,” kata dia ditemui di Jokowi-JK Center, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Sebagaimana informasi, dalam dokumen visi-misi Jokowi-JK, pasangan tersebut menargetkan mengurangi subsidi BBM sebesar Rp 60 triliun. Darmo mengatakan, jika pengawasan ke aparat daerah diperkuat, setidaknya Rp 42 triliun dari penyelundupan itu bisa dihemat.

Permasalahan penyelundupan saat ini disebabkan distribusi yang sangat lemah. “Pemerintah itu absen, ada krisis kepemimpinan, krisis manajemen. Ini persis yang dihadapi Pak Jokowi di Solo, waduk Pluit, Tanah Abang, birokrasi dan aparat di bawah kurang mendapat kepemimpinan yang bisa menjadi teladan,” ujarnya.

Atas dasar itu, sederhananya, jawaban untuk menghilangkan penyelundupan itu ada pada kepemimpinan dari mantan walikota Surakarta itu. “Pak jokowi itu kejeniusannya itu dalam bentuk aksi,” kata dia.

Selain meningkatkan pengawasan hingga dapat menekan penyelundupan, pada tahun pertama akan dimulai konversi BBM yang mahal ke gas yang murah. Selain itu, pemborosan 20 persen BBM bersubsidi juga akan ditekan dengan memperbanyak transportasi publik, dan menata kota.

“Pak jokowi akan hadapi masalah subsidi BBM ini secara komprehensif,” kata politisi PDI-Perjuangan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deposito Bank Neo Commerce Tidak Dijamin LPS, Ini Penjelasan Manajemen

Deposito Bank Neo Commerce Tidak Dijamin LPS, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
IHSG Tak Mampu Bangkit, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Tak Mampu Bangkit, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Digugat Rp 1,1 Triliun oleh Harmas Jalesveva, Bukalapak Buka Suara

Digugat Rp 1,1 Triliun oleh Harmas Jalesveva, Bukalapak Buka Suara

Whats New
KKP: Kuota Penangkapan Ikan untuk Nelayan Lokal Jadi Prioritas Pemerintah

KKP: Kuota Penangkapan Ikan untuk Nelayan Lokal Jadi Prioritas Pemerintah

Whats New
Pelabelan BPA Dikhawatirkan Picu Persaingan Bisnis, Pengamat: KPPU Jangan Terburu–buru Menilai

Pelabelan BPA Dikhawatirkan Picu Persaingan Bisnis, Pengamat: KPPU Jangan Terburu–buru Menilai

Whats New
Caplok 1,13 Juta Lembar Saham Bank Jasa Jakarta, Astra Financial Gelontorkan Rp 3,87 Triliun

Caplok 1,13 Juta Lembar Saham Bank Jasa Jakarta, Astra Financial Gelontorkan Rp 3,87 Triliun

Whats New
Gubernur Anies Apresiasi Langkah Cepat Kementan Siapkan Kebutuhan Pangan Jelang Idul Adha

Gubernur Anies Apresiasi Langkah Cepat Kementan Siapkan Kebutuhan Pangan Jelang Idul Adha

Rilis
Sebanyak 42.000 Hewan Kurban Masuk ke Jakarta Dipastikan Bebas Wabah PMK

Sebanyak 42.000 Hewan Kurban Masuk ke Jakarta Dipastikan Bebas Wabah PMK

Whats New
Jelang Idul Adha, Mentan Jamin Suplai Pangan untuk DKI Jakarta Aman

Jelang Idul Adha, Mentan Jamin Suplai Pangan untuk DKI Jakarta Aman

Whats New
Rupiah Terus Melemah, Kian Dekati Rp 15.000 per Dollar AS

Rupiah Terus Melemah, Kian Dekati Rp 15.000 per Dollar AS

Whats New
Tax Amnesty Jilid II Berakhir, Apindo Harap Sinergi Pemerintah-Pengusaha Semakin Kuat

Tax Amnesty Jilid II Berakhir, Apindo Harap Sinergi Pemerintah-Pengusaha Semakin Kuat

Whats New
Tenang, Kenaikan Tarif Listrik Tidak Dorong Lonjakan Inflasi di RI

Tenang, Kenaikan Tarif Listrik Tidak Dorong Lonjakan Inflasi di RI

Whats New
Erick Thohir: Penyerapan Kredit UMKM di Malaysia Capai 50 Persen, di Indonesia Baru 20 Persen

Erick Thohir: Penyerapan Kredit UMKM di Malaysia Capai 50 Persen, di Indonesia Baru 20 Persen

Whats New
Anak Usaha Astra International Caplok 49,56 Persen Saham Bank Jasa Jakarta

Anak Usaha Astra International Caplok 49,56 Persen Saham Bank Jasa Jakarta

Whats New
Kasus Gagal Bayar Perusahaan Asuransi Berlarut-larut, OJK Buka Suara

Kasus Gagal Bayar Perusahaan Asuransi Berlarut-larut, OJK Buka Suara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.