Stok Pangan untuk Lebaran Cukup, Mentan Minta Masyarakat Tak Panik

Kompas.com - 12/07/2014, 14:15 WIB
Pedagang sedang memilah cabe rawit merah untuk dijual kepada konsumen di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2013). Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah bahan pokok naik. Terlihat harga cabe rawit merah naik drastis dari Rp 41.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Warta Kota/Angga Bhagya NugrahaPedagang sedang memilah cabe rawit merah untuk dijual kepada konsumen di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2013). Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah bahan pokok naik. Terlihat harga cabe rawit merah naik drastis dari Rp 41.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
– Dua pekan menjelang lebaran, Menteri Pertanian Suswono mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik menanggapi harga-harga kebutuhan pokok yang merangkak naik atau khawatir terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasaran.

Menurut Suswono, stok pangan saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Fitri nanti. Masyarakat diminta tidak menimbun barang untuk kebutuhan Lebaran.

“Yang jelas untuk memenuhi Lebaran semua sudah ada tersedia, masyarakat tidak perlu panik. Beli secukupnya saja untuk keperluan sehari-hari, tidak perlu menimbun untuk keperluan sekian bulan kedepan, barang itu ada,” ujar Suswono di Jakarta, Jumat (11/7/2014).

Suswono mengatakan, ketersediaan stok pangan menjelang lebaran sudah disiapkan pemerintah jauh-jauh hari. Bahkan, kata dia, apabila stok pangan tidak cukup, pemerintah juga sudah mengimpor beberapa kebutuhan pokok lainnya agar tidak terjadi kelangkaan pasokan sehingga menimbulkan gejolak harga di pasaran.

Beberapa barang pokok yang di impor pemerintah, menurut politisi PKS tersebut, terdiri dari sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging yang meningkat . Selain itu, pemerintah juga mengimpor bahan pokok lainnya seperti kedelai dan kacang tanah.

“Saya meminta kepada masyarakat, kebutuhan pangan ini cukup, walaupun kita datangkan dari impor, seperti sapi, kedelai dan kacang tanah, sebagian memang kita datangkan dari luar,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamukti mengatakan, pemerintah menyiapkan 170.000 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging selama Ramadhan nanti, atau setara dengan 27.000 ton daging sapi. Sementara kebutuhan daging mencapai 40.000 ton per bulan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesempatan Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Masih Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Kesempatan Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Masih Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Whats New
Ada UU Cipta Kerja, Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

Ada UU Cipta Kerja, Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Keuntungan Jadi 'Karyawan Kontrak' | Menkeu Tolak Pajak 0 Persen Mobil Baru

[POPULER MONEY] Keuntungan Jadi "Karyawan Kontrak" | Menkeu Tolak Pajak 0 Persen Mobil Baru

Whats New
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri Ekonomi Pilihan Pengusaha

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri Ekonomi Pilihan Pengusaha

Whats New
Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Brand Lokal

Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Brand Lokal

Rilis
244 Nasabah Korporasi Sepakati Program Restrukturisasi Jiwasraya

244 Nasabah Korporasi Sepakati Program Restrukturisasi Jiwasraya

Whats New
PTPN V Ditargetkan Melantai di Bursa pada 2023

PTPN V Ditargetkan Melantai di Bursa pada 2023

Whats New
Ini Cara Kelola Dana Darurat di Masa Pandemi

Ini Cara Kelola Dana Darurat di Masa Pandemi

Spend Smart
Genjot Produksi Gula, PTPN Konversi Lahan Karet Jadi Lahan Tebu

Genjot Produksi Gula, PTPN Konversi Lahan Karet Jadi Lahan Tebu

Whats New
Ada Pandemi, Bagaimana Prospek Pembiayaan Modal Kerja untuk Industri Konstruksi?

Ada Pandemi, Bagaimana Prospek Pembiayaan Modal Kerja untuk Industri Konstruksi?

Whats New
Pastikan Tak Terlibat Parpol, BKN Bakal Verifikasi CPNS yang Lulus ke KPU

Pastikan Tak Terlibat Parpol, BKN Bakal Verifikasi CPNS yang Lulus ke KPU

Whats New
Tahun Depan, Harga Minyak Diprediksi Belum Akan Tumbuh Signifikan

Tahun Depan, Harga Minyak Diprediksi Belum Akan Tumbuh Signifikan

Whats New
Meski Ekonomi Pulih, China Tetap Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

Meski Ekonomi Pulih, China Tetap Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

Whats New
Pemerintah Diminta Sosialisasi Penyederhanaan Perizinan di UU Cipta Kerja

Pemerintah Diminta Sosialisasi Penyederhanaan Perizinan di UU Cipta Kerja

Whats New
Ingin Promosikan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan JCCP

Ingin Promosikan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan JCCP

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X