Euforia Pilpres Luntur, Rupiah Melorot Tembus Level 11.600

Kompas.com - 25/07/2014, 09:06 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat (25/7/2014). Arus global mengindikasikan penguatan dollar AS sementara di dalam negeri euforia efek pemilihan presiden mulai luntur.

Jobless claims AS yang turun ke titik terendah dalam delapan tahun terakhir berhasil mempertahankan tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Yield US Treasury 10 tahun juga mulai merangkak naik hingga 2,5 persen. Malam ini ditunggu data durable goods orders AS yang diperkirakan membaik.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, tren kuatnya dollar AS masih akan bertahan.  

Mengikuti pelemahan mata uang Asia, rupiah sendiri juga ikut larut hingga Rp 11.569 per dollar AS hingga kemarin sore. Tren penguatan dollar AS di pasar global ternyata mampu menutupi efek euforia pemilu yang mulai pudar. Dengan dollar index yang menguat, rupiah berpeluang untuk kembali melemah dengan kisaran pergerakan di Rp 11.500-11.650.

Pada awal perdagagan Jumat pagi di pasar spot, seperti dikutip dari data Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke posisi 11.572,5. Hingga sekitar pukul 08.45 WIB, mata uang garuda melorot 0,63 persen menjadi Rp 11.611 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada 11.568,8.

baca juga: Jokowi-JK Terpilih, Rupiah Menguat ke Kisaran 11.400

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X